Darilaut – Lebih dari 1.400 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) akan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang tersebar di 93 desa dan keluarahan di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang akan dilaksanakan selama 45 hari oleh mahasiswa mulai hari ini, Selasa (5/8).
Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, mengatakan kegiatan KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wujud aktualisasi ilmu yang harus berdampak langsung bagi masyarakat.
“Mahasiswa diharapkan dapat memotret kondisi dan problematika di Masyarakat” untuk kemudian dapat menawarkan solusi permasalahan yang terjadi. “Pengalaman mengabdi melalui KKN akan menjadi bekal penting sebelum benar-benar kembali ke masyarakat sebagai alumni UNG,” ujar Prof. Eduart.
Rektor meminta mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan melaksanaan KKN dengan sebaik-baiknya, dengan beradaptasi, berinteraksi, dan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah untuk menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan.
Dalam arahannya, Rektor mengingatkan bahwa para mahasiswa yang akan turun langsung ke tengah-tengah masyarakat membawa nama besar institusi. Setiap perilaku, tutur kata, hingga tindakan harus mencerminkan nilai-nilai akademik, etika, dan tanggung jawab sebagai duta kampus, kata Rektor.
“Nama baik institusi telah dibangun dengan kerja keras melalui berbagai pencapaian serta prestasi di berbagai bidang. Kalian adalah representasi dari UNG, jangan sampai tindakan negatif mencoreng citra kampus. Reputasi ini adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama-sama,” ujar Rektor.
Menurut Rektor, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari program kerja yang selesai, tetapi juga dari kesan dan dampak positif yang ditinggalkan di tengah masyarakat.
Jadikan KKN ini bukan hanya ruang untuk mengabdi dan memperluas wawasan serta kemampuan, tapi juga panggung untuk menunjukkan bahwa mahasiswa UNG memiliki kapasitas, karakter, dan kontribusi nyata. Jaga sikap, jaga etika, dan bangun hubungan yang baik dengan masyarakat, kata Rektor.
Rektor mengatakan KKN bukan hanya rutinitas akademik, melainkan bagian penting dari tahap penyelesaian studi. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat menjalani program ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Rektor juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama pelaksanaan KKN.
Segala aktivitas terutama yang menyangkut hal-hal krusial, menurutnya harus dikonsultasikan agar pelaksanaan program berjalan aman dan tepat sasaran.
“Kalian tidak sendiri. Selama di lapangan melaksanakan pengabdian, ada DPL yang siap mendampingi. Pastikan semua hal penting dikomunikasikan dengan pembimbing kalian,” ujarnya.
Kepala Pusat Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNG Dr. Rosbin Pakaya, menjelaskan program KKN menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi UNG, terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo.
Dalam pelaksanaannya, KKN kali ini terbagi menjadi dua skema yakni KKN Infrastruktur dan KKN Tematik tahap II dengan jumlah mahasiswa mencapai 1.411 peserta.
Peserta KKN infrastruktur sebanyak 150 mahasiswa dan KKN tematik tahap II sebanyak 1.261 mahasiswa. Nantinya mahasiswa peserta KKN akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah disiapkan sebanyak 99 orang dosen, kata Rosbin.
Menurut Rosbin, KKN kali ini fokus pada optimalisasi sumberdaya lokal untuk ketahanan pangan berkelanjutan berbasis kearifan lokal yang sesuai dengan tema program pengabdian.
