LIPI: Ekosistem Laut Dalam Indonesia Masih Sedikit yang Diketahui Potensinya

Ekspedisi Widya Nusantara (2015). FOTO: P2O LIPI

Darilaut – Indonesia memiliki laut yang luas dan dalam. Sekira 60% dari laut Indonesia tersebut dengan kedalaman lebih dari 200 meter.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nugroho Dwi Hananto, dari 60% laut dalam ini masih sedikit yang kita ketahui potensinya. Apalagi laut pada kedalaman 2000-4000 meter.

Pada kedalaman ini ditemukan ekosistem yang ekstrim dengan kondisi suhu yang sangat rendah dan tekanan yang tinggi.

Ekosistem di sana, kata Nugroho, sangat menarik untuk di eksplorasi sehingga ke depan diharapkan dapat ditemukan senyawa senyawa baru yang sangat berguna bagi kehidupan manusia.

“Jadi tugas kami untuk saat ini dan ke depan adalah untuk mengeksplorasi potensi laut Indonesia,” kata Nugroho, Kamis (29/7), seperti dikutip dari Oseanografi.lipi.go.id.

Adapun laut dangkal yang kurang dari 200 meter di Indonesia, kata Nugroho, berada di Laut Jawa dan Laut Natuna Utara.

Nugroho yang juga koordinator Ekspedisi Widya Nusantara (EWIN) mengatakan, ekspedisi ini merupakan salah satu kegiatan penelitian ilmiah yang dilakukan LIPI sejak tahun 2006. Penelitian ini untuk mengungkap lebih dalam keragaman hayati di Indonesia.

Infrastruktur riset kelautan Indonesia kini lebih terbuka dan kolaboratif guna mengoptimalkan investasi peralatan laboratorium dan armada riset kelautan nasional.

Menurut Nugroho, kapal riset Baruna Jaya VIII adalah salah satu infrastruktur riset bidang kelautan yang telah berhasil berlayar dalam beberapa ekspedisi riset, salah satunya Ekspedisi Widya Nusantara.

“Tidak sedikit pula yang dihasilkan dalam ekspedisi ini, salah satunya penemuan-penemuan spesies baru,” ujarnya.
Berdasarkan buku Ekspedisi Widya Nusantara (2015) nama ekspedisi ini pertama kali digagas tahun 2006 dan pertama kali dilaksanakan pada 2007.

Nama ekspedisi ini berasal dari bahasa sansekerta. Widya berarti ilmu pengetahuan, sedangkan nusantara artinya kepulauan Indonesia.

Ekspedisi Widya Nusantara bersifat integratif, mencakup berbagai disiplin ilmu, serta bekerjasama dengan berbagai lembaga, baik dalam negeri maupun luar negeri.

EWIN telah dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu 1) Kepulauan Raja Ampat (2007 dan 2008). 2) Kepulauan Sangihe (2009). 3) Kepulauan Leti (2010). 4) Kepulauan Natuna (2011). 5) Selat Makassar (2013). 6) Laut Sulawesi (2014). 7) Perairan Barat Daya Sumatera termasuk Pulau Enggano (2015). 8) Pulau Sumba (2016).

Exit mobile version