Darilaut – Meski komet Neowise atau komet C/2020 F3 sudah bisa terlihat saat ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mulai mengamati pada Selasa 21 Juli 2020.
Pada hari tersebut, menurut Lapan, bertepatan dengan pengamatan hilal bulan Zulhijjah dan akan terus mengamati hingga mendapatkan hasil terbaik.
Selain Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) Lapan di Bandung terdapat sejumlah lokasi pengamatan di berbagai daerah. Seperti di Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPPA) Lapan Agam, BPAA Lapan Pontianak, BPAA Lapan Sumedang.
Kemudian, BPAA Lapan Pasuruan, Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut (BUTPAAG) Lapan Garut, Balai Pengelola Observatorium Nasional (BPON) Lapan Kupang dan Balai Kendali Satelit, Pengamatan Antariksa dan Atmosfer, dan Penginderaan Jauh Lapan Biak.
Untuk daerah DKI Jakarta dan sekitarnya, pada 23 Juli waktu penampakan komet ini pada pukul 18.42-19.40 WIB dengan azimuth 318° – 314,9° (Barat Laut).
Daerah Bandung, Sumedang, Garut, dan sekitarnya, pada pukul 18.38-19.34 WIB dengan azimuth 318,2° – 315° (Barat Laut).
Di Padang, Sumatera Barat, waktu penampakan komet ini pada pukul 19.17-20.30 WIB dengan azimuth 316,4° – 313,9° (Barat Laut).
Daerah Pasuruan, Jawa Timur, pada pukul 18.17-19.10 WIB dengan azimuth 318,4° – 315,2° (Barat Laut).
Di Pontianak, Kalimantan Barat, akan Nampak pada pukul 18.41-19.54 WIB dengan azimuth 316,3° – 314° (Barat Laut).
Di Parepare, Sulawesi Selatan, pukul 18.54-19.57 WITA dengan azimuth 317,4° – 315,9° (Barat Laut).
Untuk Tomohon, Sulawesi Utara, akan nampak pada pukul 18.41-19.56 WITA dengan azimuth 316° – 313,9° (Barat Laut).
Di Kupang, Nusa Tenggara Timur pukul 18.29-19.14 WITA dengan azimuth 319° – 315,9° (Barat Laut).
Sedangkan di Biak, Papua pada pukul 18.52-20.01 WIT dengan azimuth 316,7° – 314,2° (Barat Laut).
Seluruhnya memiliki magnitude +4,16 hingga +4,17 dengan konstelasi Ursa Mayoris.
Berikut ini tips untuk mengamati komet C/2020 F3 (Neowise) seperti diuraikan Lapan:
Silakan pilih lokasi pengamatan arah Barat Laut yang bebas obstruksi dan bebas dari polusi cahaya.
Perhatikan jendela pengamatan dengan menggunakan instrument medan pandang luas.
Jika mengamati saat lintasan obyek sangat redup gunakan instrumen fitur go-to dan tracking/guiding yang bagus.
Gunakan shutter speed yang tidak terlalu panjang. Jika komet redup, maka ambil citra yang sama berulang kali dan ambil citra kalibrasi (bias, dark, flat).
Kemudian ditumpuk (stack), dan tidak lupa gunakanlah penyangga kaki tiga (tripod).*
