Darilaut – pembaruan terkini dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), El Niño diperkirakan akan meningkat intensitasnya menjadi fenomena yang sangat kuat menjelang akhir tahun, dengan dampak berantai terhadap perekonomian dan masyarakat. Dampak-dampak tersebut sudah mulai terlihat di sektor-sektor yang sensitif terhadap iklim, seperti sektor kesehatan.
Negara-negara dan masyarakat di seluruh dunia harus segera bertindak untuk bersiap menghadapi peningkatan risiko kesehatan akibat fenomena El Niño yang kian menguat, yang diperkirakan akan memicu cuaca panas ekstrem, banjir, dan kekeringan yang lebih parah.
“El Niño ini adalah sebuah ujian. Kita memiliki landasan ilmiahnya. Kita memiliki sistem peringatan dini. Dan kita masih memiliki waktu untuk bertindak,” ujar Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, dalam sebuah acara di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.
Celeste Saulo mengatakan El Niño bermula dari pemanasan suhu di wilayah Pasifik tropis, namun dampaknya tidak terbatas pada wilayah Pasifik saja.
”Bahkan ribuan kilometer jauhnya, El Niño dapat mengubah pola curah hujan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya suhu ekstrem,” kata Celeste Saulo, mengutip siaran pers WMO.
Dalam kegiatan yang membahas ketahanan kota terhadap suhu panas, menurut Celeste Saulo, di kota-kota yang sudah bergulat dengan masalah suhu panas, dampaknya merambah hingga ke dalam rumah, tempat kerja, sekolah, dan rumah sakit.




