Darilaut – Upaya penguatan pelayanan publik di tingkat desa kembali digaungkan melalui inisiatif akademik Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Melalui Program Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKN MBKM), dosen dan mahasiswa Jurusan Administrasi Publik UNG berkolaborasi menghadirkan inovasi digital bagi masyarakat Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta. Salah satu terobosan utama adalah peluncuran website desa yang diproyeksikan menjadi pusat layanan digital untuk mempermudah akses informasi dan administrasi bagi warga.
Website desa yang diperkenalkan secara resmi ini menjadi tonggak penting dalam proses transformasi pelayanan publik di Desa Lahumbo. Selama ini, sebagian besar urusan administrasi masih dilakukan secara konvensional, sehingga masyarakat perlu datang langsung ke kantor desa untuk mendapatkan layanan. Kehadiran website desa diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan. Melalui platform digital ini, warga kini dapat memperoleh berbagai informasi terkait pemerintahan desa, data kependudukan, program pembangunan, hingga layanan administrasi tanpa harus menempuh jarak ke kantor desa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Alexander Badjuka, menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik merupakan kebutuhan mendesak dalam tata kelola pemerintahan modern, termasuk di tingkat desa. Menurutnya, website desa bukan hanya simbol kemajuan teknologi, tetapi juga sarana strategis yang memungkinkan layanan publik lebih efisien dan responsif.
“Website ini dirancang sebagai media yang membantu aparatur desa dalam memberikan layanan yang lebih optimal. Inovasi digital ini diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai kendala pelayanan yang selama ini dihadapi masyarakat,” ujar Alexander.
Alexander menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi langkah awal bagi desa untuk meningkatkan transparansi dan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Peluncuran website desa ini juga menjadi bagian dari komitmen akademisi UNG untuk mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas kelembagaan desa. Dalam konteks KKN MBKM, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian yang bersifat seremonial, tetapi terlibat aktif dalam merancang dan mengimplementasikan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Pengembangan website ini telah melalui proses identifikasi kebutuhan, penyusunan struktur informasi, hingga pelatihan penggunaan bagi aparat desa agar teknologi tersebut dapat dioperasikan secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar digitalisasi layanan, Alexander Badjuka mengungkapkan bahwa Jurusan Administrasi Publik UNG juga akan menggeliatkan berbagai program pemberdayaan lainnya di Desa Lahumbo. Program tersebut mencakup pembinaan usaha lokal, pengembangan koperasi Merah Putih, serta pendampingan bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk dan akses pemasaran.
“Melalui program KKN MBKM, UNG terus mempertegas perannya sebagai kampus yang hadir langsung di tengah masyarakat, mendorong transformasi digital, serta menghadirkan solusi inovatif untuk mendukung tata kelola desa yang lebih maju dan responsif terhadap kebutuhan publik.”
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Aparatur Desa Lahumbo mengakui bahwa kehadiran website desa memberikan kemudahan signifikan, terutama dalam penyediaan data dan layanan administrasi yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama. Website tersebut juga dianggap membantu memperkuat transparansi, karena informasi mengenai penggunaan anggaran desa, program pembangunan, dan laporan kegiatan kini dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam program ini menjadi pengalaman berharga dalam mengaktualisasikan ilmu administrasi publik. Mereka tidak hanya belajar merancang konsep layanan publik digital, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami dinamika pelayanan di tingkat desa, serta melihat secara nyata bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan warga.
Digitalisasi layanan publik melalui website Desa Lahumbo menjadi contoh konkret bagaimana kampus, pemerintah desa, dan masyarakat dapat berkolaborasi membangun tata kelola yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Inisiatif ini sekaligus membuka peluang bagi desa-desa lain untuk mengadopsi langkah serupa, sehingga transformasi digital tidak hanya menjadi agenda kota besar, tetapi benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput masyarakat pedesaan.
