Darilaut – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang bertugas di Kelurahan Lekobalo Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, meluncurkan aplikasi berbasis digital “GiziGo”.
“Kehadiran aplikasi ini dapat digunakan oleh kader menjadi media edukasi untuk masyarakat Lekobalo sebagai bentuk pencegahan dan penurunan prevalensi stunting di Kelurahan Lekobalo,” kata Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Nikmasari Pakaya.
Aplikasi tersebut resmi diluncurkan pada Rabu, 14 Agustus 2024 dalam kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Aplikasi Status Gizi”.
Kegiatan tersebut dihadiri Puskesmas Piloloda’a, kader Posyandu, dan Dosen Pendamping Lapangan.
Sebelum aplikasi itu diserahkan, Nikmasari menjelaskan penggunaan aplikasi ini kepada peserta yang hadir.
Mencakup cara penggunaan aplikasi mulai dari memasukan data dan mengisi pertanyaan, menganalisis hasil, hingga diskusi mengenai bagaimana pengembangan aplikasi tersebut.
Penyerahan aplikasi ini dilakukan secara simbolis oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL) kepada pihak Puskesmas Piloloda’a dan Kader Posyandu yang akan menjadi garda terdepan dalam pemanfaatan aplikasi ini.
Terciptanya aplikasi ini merupakan praktik dari sebuah program utama yang dibawa oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif Kelurahan Lekobalo yakni “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Aplikasi Status Gizi Balita Untuk Pencegahan dan Penurunan Prevalensi Stunting di Kelurahan Lekobalo Kecamatan Kota Barat”.
Aplikasi “GiziGo” dirancang dengan tujuan utama mendeteksi dini dan mendata anak-anak yang memiliki ciri-ciri penyakit stunting, yaitu kondisi dimana anak mengalami pertumbuhan yang terhambat akibat kurang gizi dalam jangka waktu yang panjang.
Dengan hadirnya aplikasi ini, dapat menjadi early warning masyarakat dan petugas kesehatan dimana mereka dapat dengan mudah mengidentifikasi anak-anak yang berpotensi mengalami stunting berdasarkan indikator-indikator tertentu seperti berat badan, tinggi badan, dan perkembangan kesehatan lainnya.
Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur edukasi bagi orang tua dan masyarakat tentang cara mengatasi stunting pada anak, serta himbauan mengenai pentingnya mencegah dan mengatasi stunting.
Liawaty Usman Sidiki yang merupakan ahli gizi Puskesmas Piloloda’a, menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa KKN UNG Kelurahan Lekobalo atas inisiatif dan kontribusi mereka dalam upaya penanggulangan stunting di wilayah tersebut.
“Aplikasi ini sangat membantu untuk pengembangan stunting di Kelurahan Lekobalo. Harapannya aplikasi ini bisa kita pergunakan bersama sesudah anak-anak KKN praktek disini,” kata Liawaty
Para kader Posyandu yang hadir dalam acara tersebut juga menyambut baik kehadiran aplikasi “GiziGo”. Mereka merasa aplikasi ini akan sangat membantu mereka dalam menjalankan tugas di lapangan nantinya.
Mahasiswa KKN Kolaboratif Kelurahan Lekobalo berharap aplikasi “GiziGo” ini dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang yang berkelanjutan dalam Upaya menurunkan prevalensi stunting tidak hanya di Kelurahan Lekobalo tetapi juga menjangkau di beberapa daerah-daerah lainnya. (Firgitha Desya Padja)
