Mahasiswa UNG Kreasi Minuman Herbal Teh Koja Dari Rambut Jagung

Minuman herbal teh Koja karya mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menciptakan minuman herbal teh Koja dengan bahan rambut jagung.

Kreasi ini ditunjukkan oleh mahasiswa UNG melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan di Desa Kotaraja, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo.

Melalui semangat pengabdian berbasis potensi lokal, iinovasi dan kreativitas mahasiswa tersebut dapat mendorong  penguatan kualitas kesehatan di masyarakat.

minuman herbal ini kreasi kelompok mahasiswa dari empat program studi yakni Kedokteran, Farmasi, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat. Mereka membawa inovasi dengan mengembangkan produk minuman herbal Teh Koja.

Minuman tersebut berbahan dasar rambut  jagung yang kaya manfaat bagi kesehatan.

Dengan bimbingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Mohamad Adam Mustapa, tim mahasiswa berhasil mengolah bagian tanaman jagung yang selama ini dianggap limbah menjadi produk minuman berkhasiat tinggi.

“Kotaraja dikenal sebagai sentra jagung terbesar di Dulupi, namun rambut jagungnya justru terbuang sia-sia,” ujar Adam.

 Padahal, kata Adam, jika diolah dengan benar, bahan tersebut memiliki kandungan bioaktif yang sangat bermanfaat untuk Kesehatan.

Rambut jagung merupakan helaian halus berwarna kekuningan hingga cokelat yang tumbuh di bagian atas tongkol jagung.

Ilustrasi jagung. FOTO: DARILAUT.ID

Pada bagian tersebut terkandung senyawa aktif seperti flavonoid, kalium, saponin, mucilage dan vitamin C, yang bermanfaat sebagai detoks alami, penurun kolesterol dan gula darah, serta peningkat daya tahan tubuh.

“Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa rambut jagung bukan limbah. Ini adalah obat herbal alami yang murah, mudah diolah, dan berkhasiat,” ujarnya.

Dari hasil pelatihan dan observasi lapangan, tim KKN UNG mengembangkan produk bernama Teh Koja, yang dibuat melalui proses sederhana yakni pemanenan rambut jagung secara selektif, proses pencucian dengan air bersih agar bebas kotoran, serta dilakukan pengeringan menggunakan sinar matahari selama beberapa hari.

Kemudian yang terakhir dilakukan pengolahan dengan metode penggilingan ringan dan pengemasan higienis. Minuman ini tidak hanya menyegarkan, tapi juga berfungsi sebagai detoksifikasi alami dan pencegahan penyakit ringan, kata Adam.

Antusiasme yang ditunjukan masyarakat dengan produk Teh Koja sangat luar biasa, bahkan mereka sangat terbuka terhadap pelatihan untuk pengolahan produk tersebut.

Kepala Desa Kotaraja menyampaikan dukungannya untuk menjadikan Teh Koja sebagai unit usaha home industry, melibatkan para ibu rumah tangga untuk mengolah dan memasarkan produk secara mandiri.

“Kami siap mengembangkan ini menjadi usaha berkelanjutan. Rambut jagung sangat melimpah di sini,” ujarnya.

Exit mobile version