Darilaut – Terdapat laporan ilmiah mengenai kemungkinan penularan antarmanusia. Namun, karakteristik penyebarannya sangat berbeda dengan penyakit yang mudah menular seperti influenza, campak, maupun COVID-19.
Salah satu jenis hantavirus yang banyak dibahas adalah Andes virus. Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arief Mulyono, mengatakan, masyarakat perlu memahami informasi mengenai Andes virus secara proporsional.
“Penularan antarmanusia pada Andes virus sangat jarang terjadi dan umumnya hanya berlangsung melalui kontak erat dan intensif dalam waktu lama. Penyakit ini tidak menyebar cepat melalui udara di lingkungan masyarakat,” ujar Arief seperti dikutip dari Brin.go.id.
Arief meluruskan anggapan bahwa temuan kasus pada pasangan intim tidak otomatis menjadikan Andes virus sebagai penyakit menular seksual. Penularan lebih mungkin terjadi akibat kedekatan fisik yang sangat intens, termasuk paparan air liur atau sekret pernapasan pada fase akut penyakit.
Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar hantavirus antara lain pekerja pertanian, petugas kebersihan, pekerja kehutanan, penghuni wilayah pedesaan, serta masyarakat yang membersihkan gudang atau bangunan tertutup yang lama tidak digunakan.




