Darilaut – Perubahan iklim yang mendatangkan Badai Siklon Sangat Parah Biparjoy diperkirakan mendarat Kamis (15/6) malam ini di perbatasan Pakistan dan India. Lebih 112 ribu orang telah dievakuasi di kedua negara tersebut.
Di Pakistan, yang sudah dievakuasi hingga Rabu (14/6) sebanyak 67.367 orang, sementara di Gujarat India lebih dari 45.000.
Biparjoy, menurut Departemen Meteorologi Pakistan (PMD) pada Kamis dini hari, dengan jarak 275 kilo meter selatan Karachi, 285 km selatan Thatta dan 200 km selatan-barat daya Keti Bandar.
Badai siklon sangat parah (Very Severe Cyclonic Storm) dengan kecepatan angin maksimum 120 -130 km per jam hingga mencapai 145 km per jam, kata Departemen Meteorologi India (IMD).
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) selama enam jam terakhir Biparjoy terletak 291 km selatan Karachi, Pakistan, dan bergerak ke utara dengan kecepatan 7 km per jam (4 knot).
Biparjoy diperkirakan akan bergerak ke arah timur laut selama 12 jam ke depan, kata JTWC. Pendaratan diperkirakan di sekitar wilayah perbatasan Pakistan-India.
Pusat Peringatan Siklon Tropis Karachi – Departemen Meteorologi Pakistan, memperkirakan Biparjoy yang berada di atas Laut Arab terus melacak ke arah Timur Laut dan melintas antara Keti Bandar (Sindh Tenggara) dan pantai Gujarat India pada 15 Juni malam.
Dengan lintasan seperti itu, kemungkinan badai siklon ini akan membawa angin kencang, hujan deras, badai petir, debu, serta gelombang tinggi.
Dalam konferensi pers, Rabu, Menteri Perubahan Iklim Pakistan, Sherry Rehman, mengatakan jarak siklon dari Karachi semakin jauh karena berbelok ke arah timur tetapi pada saat yang sama memperingatkan bahwa topan itu semakin dekat ke daerah pesisir.
Rehman memperingatkan guntur dan hujan badai diperkirakan akan terjadi dan dapat menyebabkan kerusakan yang cukup besar.
Menteri Rehman mendesak agar orang-orang, terutama di Karachi, untuk menahan diri dengan mencoba-coba pergi ke pantai untuk menyaksikan badai dan meminta mereka untuk bekerja sama dengan pihak berwenang.
Rehman juga meminta siklon tidak dikaitkan dengan alam tetapi dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia dan emisi. “Pakistan telah menjadi hotspot perubahan iklim,” ujarnya.
Sebanyak 75 kamp bantuan telah didirikan untuk menampung mereka yang dievakuasi, dan sebagian besar merupakan tempat dengan atap yang stabil, seperti sekolah dan perguruan tinggi.
Rehman mengatakan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah dan mengingatkan adanya laporan nelayan yang melaut dan mengimbau masyarakat untuk menjauhi garis pantai.
“Saya ingin mencatat fakta bahwa daerah yang akan menghadapi beban badai adalah daerah yang sama yang terkena dampak besar banjir tahun 2022,” kata Rehman.
Kepala Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (NDMA) Pakistan, Letnan Jenderal Inam Haider Malik, mengatakan Biparjoy mengikuti jalur yang telah diprediksi.
Menteri Penerangan Sindh Sharjeel Inam Memon mengatakan total 67.367 orang telah dievakuasi dari “daerah rawan” pada hari Rabu sore. Dari jumlah tersebut, 91,85 persen orang yang perlu dievakuasi telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Direktur Departemen Meteorologi India (IMD) Gujarat, Manorama Mohanty, mengatakan sampai saat ini intensitas Biparjoy dengan kekuatan sebagai badai siklon sangat parah. Setelah itu, intensitasnya akan turun dan menjadi badai siklon dan depresi.
Delapan distrik di pantai Gujarat diperkirakan akan terkena dampaknya, kata pemerintah negara bagian. Banyak instalasi minyak lepas pantai dan pelabuhan utama, yang berbaris di pantai Gujarat terpaksa menghentikan operasinya.
Pejabat senior di pemerintah negara bagian Gujarat, Kamal Dayani, mengatakan telah mengevakuasi lebih dari 45.000 orang. Operasi evakuasi berlanjut hingga Rabu malam, terutama di Kutch.
Trek lintasan layanan satelit Zoom.earth menempatkan pusat pendaratan Biparjoy berada di Teluk Kutch.
Prediksi JTWC, begitu mendarat, sistem akan melemah dengan cepat dan menghilang dalam dua hari di barat India.
Sistem membawa gelombang dengan tinggi maksimum 9,1 meter (30 feet).
Sumber: PMD, IMD, Dawn.com, dan Zoom.earth/JTWC
