Rabu, Oktober 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

redaksi
14 Juli 2026
Kategori : Berita, Konservasi, Orca
0
Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Tengkorak paus tak bergigi (Mysticeti) dan paus bergigi (Odontoceti). GAMBAR: ANUGERAH NONTJI

Darilaut – Laut Sawu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) koridor penting migrasi spesies cetacea baik paus yang tak bergigi (Mysticeti) dan paus bergigi (Odontoceti). Sedikitnya 21 spesies cetacea melintas di koridor atau jalur migrasi ini.

Sejak ratusan tahun lalu, dua tempat di NTT, Lamalera di pantai selatan Pulau Lembata dan Lamakera di Pulau Solor, telah memanfaatkan paus dengan cara menangkap di musim tertentu.

Ahli kelautan Dr. Anugerah Nontji mengatakan suatu hal yang unik, di dunia perikanan paus di daerah tropis yang telah berjalan ratusan tahun lalu hanya terdapat di Indonesia.

“Itu pun hanya dikenal pada dua desa nelayan, yakni Lamalera di pantai selatan Pulau Lembata dan Lamakera di Pulau Solor,” tulis Anugerah Nontji (Laut Nusantara, 1987/1993).

Menurut Anugerah Nontji, di Lamalera spesialis menangkap lodan, sebutan untuk paus sperma (sperm whale), raksasa laut yang bergigi. Di Lamakera mempunyai keahlian menangkap paus yang tak bergigi, yang disebut karanu.

Dengan perahu kecil tradisional yang disebut peledang, mereka dengan berani menangkap paus dengan bersenjatakan kafe (serait; harpoon) yang khas. Dan dilontarkan seorang ahli sambil berdiri di depan haluan.

Sejak dulu, penangkapan paus di perairan tersebut tidak dilakukan secara besar-besaran. Hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat setempat.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Anugerah NontjiKonservasi PausMasyarakat Adat LamaleraMysticetiNOAA FisheriesOdontocetiPaus Sperma
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Next Post

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Postingan Terkait

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

14 Oktober 2026
Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

14 Oktober 2026

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

Next Post
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

TERBARU

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

AmsiNews

REKOMENDASI

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

KPK: di Laut Banyak Kepentingan, Tak Diatur akan Berpotensi Korupsi

Baruna Jaya IV Masih Mencari Kotak Hitam CVR

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

Cara Nelayan Gorontalo Menjaga dan Melindungi Paus Pilot

58 Orang Tewas Karena Topan Yagi di Vietnam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.