Darilaut – Lebih dari seribu massa merusak sejumlah fasilitas Proyek Emas Pani (Pani Gold Project), di Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, bersamaan dengan aksi unjuk rasa pada Kamis (21/9).
Massa juga merusak fasilitas kantor KUD Dharma Tani, membakar Kantor Bupati Pohuwato, dan merusak fasilitas kantor DPRD Pohuwato.
Di Desa Hulawa Kecamata Buntulia, tempat berdirinya kantor PT Merdeka Copper Gold Tbk (Merdeka), selaku perusahaan induk dari PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) dan PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) yang mengelola Pani Gold Project (PGP), massa merusak kaca dan dinding bangunan, serta mobil.
Sejumlah fasilitas yang rusak antara lain, Mess Hall Pani Gold Project, bangunan kantor dan puluhan mobil. Kaca kendaraan dilempari batu hingga pecah dan digulingkan.
Massa kemudian bergerak menuju KUD Dharma Tani di Desa Sipatana, Kecamatan Buntulia. Ditempat ini massa merusak sejumlah fasilitas.
Dari kantor KUD, massa bergerak menuju Kantor Bupati Pohuwato yang berada di kompleks Blok Plan, Desa Palopo, Kecamatan Marisa.
Terjadi perusakan dengan melemparkan batu, kemudian massa membakar Kantor Bupati Pohuwato. Api mulai berkobar dan menghanguskan Gedung tersebut.
Massa kemudian ke Kantor DPRD Kabupaten Pohuwato yang juga berada di Blok Plan dan melakukan pengrusakan.
Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Angesta Romano Yoyol dan Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga, pada Kamis malam memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan.
Penjabat Gubernur Gorontalo meminta seluruh masyarakat di Pohuwato untuk menjaga Kota Marisa, “Apalagi fasilitas pemerintah yang dibakar adalah pusat pelayanan bagi masyarakat di Pohuwato,” kata Ismail Pakaya, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang disiarkan secara langsung oleh Wartanesia.id melalui akun di media sosial.
“Walaupun kantor bupati yang menjadi pusat pelayanan sudah dibakar, bupati tetap melakukan layanan sebagaimana biasanya,” ujar Ismail, “dan akan mencari Gedung alternatif lain sebagai pusat pemerintahan di Kabupaten Pohuwato.”
Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo Irjen Pol. Angesta Romano Yoyol, menjelaskan bahwa anggota pengamanan sudah melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur.
Menurut Kapolda saat melalukan pengamanan anggota sudah sesuai dengan aturan dan prosedur operasi standar kepolisian. Personel gabungan Polda Gorontalo dan Polres Pohuwato yang diterjunkan untuk mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa, dari sejak awal hingga akhir demo, berpedoman pada SOP dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kapolda mengatakan pihak kepolisian bertugas untuk melakukan pengamanan saat masyarakat menyampaikan aspirasinya. Namun di tengah aksi unjuk rasa, mulai tersebar berbagai macam isu yang berujung pada aksi anarkis.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden ini dan mengecam tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum massa pendemo yang tidak bertanggung jawab,” kata Presiden Direktur PT PETS dan PT GSM, Boyke Poerbaya Abidin, yang mengakibatkan terjadinya kerusakan tidak saja pada aset dan fasilitas di areal pioneer camp Pani Gold Project, tetapi juga fasilitas publik seperti kantor Bupati Pohuwato, DPRD Pohuwato, dan banyak lagi.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Pohuwato, KH. Abdullah Aniq Nawawi, dalam siaran pers, mendesak diadakannya mediasi terhadap para pihak oleh lembaga yang netral untuk menjaga daerah agar tetap kondusif.
“Meminta semua pihak menahan diri dan tidak memperpanjang tindakan kekerasan yang terjadi yang berasal dari pihak manapun,” ujarnya, ”Serta menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dibenarkan dalam pandangan agama.”
