Mekkhala Makin Menguat, Berpotensi Menjadi Topan Super di Laut Filipina

Topan (typhoon) Mekkhala makin menguat pada Senin (22/6), dinding mata sudah terlihat. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan (typhoon) Mekkhala semakin menguat di Laut Filipina Senin (22/6) siang.  Sistem ini berpotensi menjadi topan super Selasa (23/6).

Saat ini Mekkhala dengan intensitas atau kategori topan yang sangat kuat (very strong typhoon) di timur Filipina. Dinding mata (inti) Mekkhala sudah terbentuk.

Mekkhala dengan nama Filipina ”Francisco” semakin menguat dan mungkin mencapai intensitas puncaknya Selasa besok. Setelah itu, tren pelemahan diperkirakan akan terjadi.

”Potensi Fransisco untuk mencapai kategori Topan Super tidak dapat dikesampingkan,” kata Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), dalam buletin informasi yang dikeluarkan Senin pukul 11.00.

Menurut PAGASA, Fransisco secara umum akan bergerak ke arah barat laut hingga Selasa, selanjutnya berbelok ke utara timur laut menuju Kepulauan Ryukyu di Jepang selatan.

Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency – JMA) mengatakan Mekkhala bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (9 knot). Tekanan udara pada pusat 935 hPa (hektopaskal).

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 50 meter per detik (95 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 70 meter per detik (135 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih di seluruh area 110 km (60 NM). Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di utara 280 km (150 NM) dan selatan 220km (120 NM), menurut JMA.

Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) memperingatkan ini adalah sistem yang berbahaya. Bahaya yang mungkin terjadi meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, laut yang bergelombang.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 13,4 meter (44 kaki), kata JTWC.

JTWC menilai Mekkhala saat ini sedang mengalami intensifikasi cepat (RI) yang diperkirakan akan berlanjut selama 24 jam ke depan, mencapai intensitas topan super pada 24 jam.

Setelah itu, Mekkhala diperkirakan akan melambat dan terus melemah saat menghadapi lingkungan yang tidak bersahabat dengan geseran angin lebih dari 55 km per jam (30 knot), udara kering, dan suhu permukaan laut yang lebih dingin akibat melambatnya pergerakan badai.

Exit mobile version