Darilaut – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuat modeling budidaya lobster dan kerang. Dengan memadukan budidaya tersebut berhasil meningkatkan pendapatan pembudidaya.
Modeling budidaya lobster dikembangkan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam – KKP.
Kolaborasi dengan pembudidaya kerang sebagai penyedia pakan alami lobster tidak hanya mendukung keberhasilan program modeling, melainkan membawa dampak langsung pada peningkatan pendapatan pembudidaya.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, mengatakan, pemilihan Batam sebagai lokasi pengembangan modeling ini bukanlah kebetulan.
Batam memiliki potensi besar sebagai sumber pakan alami, yang merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan budidaya lobster, ujarnya.
KKP telah menjalin kerja sama dengan kelompok pembudidaya kerang di Tanjung Uma Batam. Selain menjadi pembeli kerang budidaya, KKP memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa Keramba Jaring Apung (KJA).
Berkat bantuan KJA produksi kerang hijau pun meningkat 5 sampai 6 kali lipat, dan hal ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan pembudidaya. Hasil panen kerangnya selalu bagus, baik kerang hijau, maupun kerang kupang yang dulunya sering dibuang.
Lebih lanjut Tebe menjelaskan bahwa kerang kupang memiliki karakteristik serupa dengan kerang coklat yang juga telah dikembangkan oleh Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok.
Keduanya merupakan jenis kerang yang tidak dikonsumsi manusia, namun memiliki kandungan nutrien tinggi dan sangat potensial sebagai pakan alami bagi lobster.
“Upaya ini, merupakan bagian dari strategi besar KKP untuk mendorong efisiensi dan keberlanjutan dalam budidaya lobster nasional. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti kerang kupang maupun kerang coklat,” kata Tebe, pada Rabu (14/5).
Pembudidaya Kerang
Plt. Kepala BPBL Batam, Ipong Adi Guna, menjelaskan bahwa Batam, Kepulauan Riau, merupakan lokasi strategis untuk pengembangan budidaya lobster. Selain dekat dengan Singapura dan Malaysia sebagai pasar, perairan Batam kaya nutrien.
Selama tujuh bulan masa pemeliharaan lobster di lokasi modeling, ketersediaan kerang untuk pakan selalu terpenuhi.
“Alhamdulillah hasil panen kerangnya selalu bagus. Bantuan yang telah diberikan berupa KJA masing-masing berukuran 4 lubang KJA dengan luas 3 x 3 meter. Media pemeliharaan kerang berupa tali yang dibentang sebanyak 250 tali kerang per unit KJA, dikelola oleh 3 kelompok pembudidaya kerang,” ujarnya.
Rusli, salah satu pembudidaya kerang dari Tanjung Uma mengatakan peningkatan produksi setelah mendapat bantuan sarana budidaya dari KKP. Hasil panen kerang hijau meningkat sampai enam kali lipat dibanding sebelumnya.
