Mengarah ke Okinawa dan Cina Timur Badai Tropis Khanun Akan Menguat Menjadi Topan

Ilustrasi badai tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai tropis (Tropical Storm) Khanun yang bergerak di Laut Filipina, Samudra Pasifik bagian Barat, diperkirakan akan menguat menjadi Topan (typhoon).

Trek lintasan sementara, Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA), layanan satelit Zoom.earth/ Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) dan Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina – Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA), sistem ini mengarah ke dekat Okinawa, Jepang.

Selanjutnya, lintasan Khanun diperkirakan akan mendarat di pesisir Cina Timur, dekat Shanghai, pekan depan.

Informasi JMA yang dikeluarkan Sabtu (29/7) pukul 04.05, Khanun dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang, bergerak ke barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (9 knot).

Prediksi JMA pada Minggu (30/7) kekuatan sistem ini akan menjadi siklon tropis yang berkembang ekstrem, selanjutnya angin topan yang kuat.

Menurut Observatorium Hong Kong, Badai Tropis Khanun berpusat sekitar 1430 kilometer selatan-tenggara Okinawa.

Diperkirakan bergerak ke barat laut atau utara-barat laut dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam melintasi Pasifik Utara bagian barat.

Dalam beberapa hari ke depan, kata Observatorium, Khanun bergerak secara umum ke pantai timur Cina pertengahan pekan depan.

Kecepatan lintasan diperkirakan akan melambat saat sistem melewati Okinawa, kata JTWC. Perkiraan mendarat di sekitar Shanghai.

Setelah perlahan-lahan bergerak ke darat di selatan Shanghai, sistem akan melemah dengan cepat karena efek medan dan geseran yang meningkat.

Khanun dengan nama lokal Filipina “Falcon” diperkirakan akan memasuki Area Tanggung Jawab (PAR) Filipina dalam 12 jam ke depan.

Badai tropis ini diperkirakan akan bergerak secara umum ke arah utara barat laut atau barat laut selama melewati wilayah PAR, kata PAGASA.

badai diperkirakan tetap jauh dari daratan Filipina dan mungkin keluar dari PAR pada hari Senin (31/7) saat mendekati Kepulauan Ryukyu.

Khanun diperkirakan akan terus meningkat dalam 5 hari ke depan. Sistem ini akan menjadi topan pada hari Minggu di wilayah PAR dan mencapai intensitas puncaknya pada hari Selasa saat berada di atas Laut Cina Timur, kata PAGASA.

Saat topan Doksuri melemah di daratan Cina, pengaruhnya terhadap Monsun Barat Daya akan semakin berkurang.

Namun, menurut PAGASA, Khanun diperkirakan akan meningkatkan Musim Barat Daya (Southwest Monsoon) saat bergerak di atas Laut Filipina, yang akan memicu hujan sesekali atau musim hujan di bagian barat Luzon dan Visayas mulai besok atau Minggu.

Namun, besaran, jangkauan, dan waktu peningkatan monsun dan curah hujan yang dihasilkan masih dapat berubah karena ketergantungan peningkatan Monsun Barat Daya pada intensitas dan pergerakan siklon tropis ini, kata PAGASA.

Exit mobile version