Ribuan mahasiswa yang kompak mengenakan jas almamater merah maron tampak memadati setiap sudut ruangan, menciptakan pemandangan yang luar biasa untuk menyambut kedatangan Menteri Natalius.
Kehadiran ini menjadi magnet tersendiri bagi sivitas akademika UNG yang ingin mendalami lebih jauh mengenai penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) langsung dari tokoh nasionalnya.
Rektor UNG mengatakan diskusi hari ini adalah pengingat bahwa kampus harus menjadi laboratorium peradaban yang sadar akan hak asasi.
“Kami berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai keadilan,” kata Rektor.
Prof. Eduart menekankan bahwa pemahaman HAM harus menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas seorang intelektual. Nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi juga meresap ke dalam tri dharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Kehadiran Pak Menteri di kampus kerakyatan UNG memberikan suntikan motivasi yang luar biasa bagi kami. Ini adalah momentum penting untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai HAM dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Prof. Eduart.
Rektor mengatakan keterlibatan aktif kementerian HAM di lingkungan kampus diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi tinggi sekaligus kepekaan sosial yang tajam, khususnya dalam mengawal amanat HAM di wilayah Provinsi Gorontalo.




