Menyingkap Asal-usul Laut Purba di Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang Vietnam

Kawasan Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang, Vietnam. FOTO: UNESCO.ORG

Darilaut – Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang terletak di bagian paling utara Vietnam. Kawasan ini meliputi area seluas lebih dari 3.683 km², mencakup seluruh atau sebagian dari batas administratif 3 kelurahan dan 33 desa.

Menurut situs Caobanggeopark.com lahan langka ini melestarikan bukti tak ternilai dari lebih dari 500 juta tahun sejarah evolusi Bumi.

Dengan lebih dari 130 situs warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati, Geopark Non Nuoc Cao Bang menawarkan perjalanan untuk menjelajahi alam yang megah, mempelajari nilai-nilai geologi yang unik, dan merasakan identitas budaya kelompok etnis asli.

Melansir Unesco.org, di provinsi perbatasan (dengan Cina) tercatat sebagai salah satu tempat asal manusia prasejarah.

Terdapat “Tambang Air Ajaib” (Magic Water Mine) di dusun Lung Sang, tempat legenda setempat mengisahkan tiga bersaudara perempuan yang melindungi harta karun tersembunyi dengan cara menaikkan permukaan air banjir untuk menutup gua tersebut.

Di kawasan ini ada kerajinan pembuatan kertas tradisional oleh masyarakat Nung An di Dusun Dia Tren. Kulit kayu pohon May Sla diolah menjadi kertas ritual menggunakan teknik kuno yang diwariskan secara turun-temurun.

Terdapat situs “bunga krisan batu” di Lung Luong, tempat fosil amonit berusia 260 juta tahun yang tertanam dalam lapisan batu kapur menyingkap asal-usul laut purba di wilayah ini serta membantu para geolog menentukan usia formasi batuan.

Warisan Bumi

Terletak sekitar 300 km dari Hanoi, Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang memiliki karakteristik berupa keragaman alam sekaligus kekayaan budaya, serta menjadi rumah bagi delapan kelompok masyarakat adat.

Geopark ini menampilkan warisan geologi yang luar biasa, dengan rangkaian batuan kapur yang memperlihatkan siklus evolusi karst tropis secara lengkap.

Hal ini mencakup bentang alam klasik seperti gua dengan ornamen gua (speleothem), sungai bawah tanah maupun permukaan, serta Air Terjun Ban Gioc—salah satu air terjun terbesar di dunia yang terletak di perbatasan internasional.

Sistem danau Thang Hen, yang terdiri dari 36 danau alami yang saling terhubung, merupakan fitur penting lainnya; sistem ini memberikan wawasan mengenai hidrologi karst sekaligus menyuguhkan lanskap tenang yang terbentuk melalui proses geologi.

Geopark ini juga menjadi habitat bagi spesies langka dan terancam punah, termasuk owa jambul hitam timur (Eastern black crested gibbon) yang mendiami pegunungan kapur berhutan.

Mendukung Masyarakat Lokal

Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang mencerminkan sejarah panjang hunian manusia dan kesinambungan budaya. Wilayah ini dikenal dengan tradisi budayanya yang dinamis, termasuk berbagai festival, kerajinan tangan tradisional, dan seni rakyat yang dilestarikan oleh delapan kelompok etnis yang ada di sana.

Kawasan ini dianggap sebagai “Tanah Suci”, dengan bukti arkeologis yang menunjukkan keberadaan manusia sejak lebih dari 20.000 tahun yang lalu. Wilayah ini pernah menjadi ibu kota bagi berbagai dinasti feodal dan kemudian menjadi pusat kegiatan revolusioner dalam sejarah modern Vietnam.

Warisan geologi dan keanekaragaman hayati di kawasan ini telah memberikan pengaruh kuat terhadap budaya lokal, membentuk kuliner tradisional, busana, ritual, serta kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Kertas tradisional. FOTO: Caobanggeopark.com/en

Kerajinan pembuatan kertas tradisional masyarakat Nung An di Dusun Dia Tren mengubah kulit kayu May Sla menjadi kertas ritual dengan menggunakan teknik kuno yang diwariskan secara turun-temurun.

Identitas budaya dan warisan alam berpadu membentuk landasan bagi pariwisata berkelanjutan, di mana masyarakat setempat menawarkan pengalaman bermakna bagi para pengunjung untuk menyelami sejarah alam sekaligus tradisi yang masih terus hidup.

Exit mobile version