Darilaut – Habitat padang lamun masih jarang diteliti di Indonesia. Pengamatan yang dilakukan sejumlah peneliti dari Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengungkap keberadaan teripang di balik mosaik habitat lamun Teluk Tomini.
Kajian mengenai keberadaan teripang pada habitat lamun di kawasan terumbu datar perairan Desa Lamu kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Teluk Tomini telah dipublikasikan dalam Journal of Fisheries and Environment, Volume 50 Nomor 2 Tahun 2026.
Artikel dengan judul “Beyond Seagrass Density: Holothuroid Occurrence across Fine-scale Habitat Mosaics in Reef Flats of Tomini Bay, Indonesia” ini hasil penelitian Femy Mahmud Sahami, Faizal Kasim, Sitty Nursinar dan Delvinawati Malawo.
Peneliti mengkaji pola kemunculan teripang dengan melihat kondisi habitat pada skala mikro.
Menurut peneliti dataran terumbu yang berasosiasi dengan lamun memiliki sifat heterogen secara spasial, namun keberadaan holothuroid (teripang) sering kali hanya dikaitkan dengan kepadatan lamun.
”Kami meneliti keberadaan bersama (ko-okurensi) antara lamun dan holothuroid dalam skala mikro di Teluk Tomini, Indonesia, dengan menggunakan tiga stasiun pengamatan,” tulis peneliti.
Tiga kuadrat berukuran 1×1 m pada setiap stasiun, serta 25 petak mikro (mikroplot) di dalam setiap kuadrat. Kerangka pengambilan sampel yang disusun mencakup 225 mikroplot dan 450 catatan pengamatan.



