Darilaut – Copernicus Sentinel-6 melanjutkan rekam jejak pemantauan permukaan laut yang dimulai sejak 1992 melalui misi TOPEX/Poseidon dan seri satelit Jason—sebuah kolaborasi jangka panjang antara mitra dari Eropa dan Amerika Serikat.
EUMETSAT mengoperasikan satelit-satelit ini sepanjang waktu dan menyediakan data yang diperoleh dalam kurun waktu sekitar tiga jam.
Sentinel-6 Michael Freilich dan Sentinel-6B merupakan satelit kembar. Sejak Desember 2025, kedua satelit ini terbang secara berdampingan pada ketinggian 1.336 km dengan selisih waktu 30 detik, yang memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan kalibrasi Sentinel-6B dengan membandingkannya terhadap satelit kembarannya.
Sentinel-6B diperkirakan akan menjadi acuan yang disepakati secara internasional dalam beberapa bulan mendatang. Setelah itu, Sentinel-6 Michael Freilich akan berpindah ke orbit baru, yang mengakhiri penerbangan berdampingan tersebut sekaligus memberikan cakupan pemantauan samudra yang lebih menyeluruh.
Copernicus Sentinel-6B dioperasikan oleh EUMETSAT atas nama Komisi Eropa, serta melalui kemitraan dengan Badan Antariksa Eropa (ESA), Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), dan dengan dukungan dari Badan Antariksa Prancis (CNES). Copernicus merupakan komponen Observasi Bumi dalam Program Antariksa Uni Eropa.
Sejak tahun 1986, EUMETSAT—badan satelit meteorologi Eropa—telah memantau cuaca dan iklim dari luar angkasa.
Dari kantor pusatnya di Darmstadt, Jerman, EUMETSAT mengoperasikan sejumlah satelit yang mengamati sistem Bumi serta menyediakan data dan citra waktu nyata (real-time) kepada 30 negara anggotanya, guna membantu melindungi masyarakat dan mendukung sektor-sektor krusial.
Lima satelit Meteosat di orbit geostasioner melakukan pengamatan berkelanjutan terhadap fenomena cuaca yang berkembang cepat, sementara dua satelit Metop di orbit kutub menyediakan data penting untuk prakiraan cuaca hingga 10 hari ke depan.
EUMETSAT juga mendukung kebijakan kedaulatan Eropa dengan menjalankan layanan di bawah program Copernicus, serta memimpin pengembangan dan pengelolaan data lake (kumpulan data terpusat) untuk inisiatif Destination Earth.
