Darilaut – Negara-Negara Kelompok 20 (G20) mendeklarasikan Dukungan Peringatan Dini untuk Semua atau Early Warnings for All, bertepatan dengan peringatan Hari Internasional untuk Pengurangan Risiko Bencana (International Day for Disaster Risk Reduction) pada 13 Oktober 2025.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyambut baik deklarasi para menteri Kelompok 20 (G20) yang memberikan pengakuan kuat terhadap kebutuhan peringatan dini multi-bahaya dan peran penting Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional (NMHS) sebagai penyedia peringatan yang berwenang.
“Kami menegaskan kembali kebutuhan mendesak akan Sistem Peringatan Dini Multi-Bahaya (MHEWS) yang efektif, mudah diakses, berpusat pada masyarakat, dan inklusif, serta menyoroti pentingnya inisiatif Peringatan Dini untuk Semua,” demikian pernyataan yang dikeluarkan di akhir pertemuan tingkat menteri di bawah Presidensi G20 Afrika Selatan, mengutip siaran pers WMO.
G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa. Masing-masing: Australia, Argentina, Brasil, Kanada, RRT (Cina), Uni Eropa, Jerman, Prancis, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Arab Saudi, Rusia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.
WMO menyatakan bahwa deklarasi tersebut sebagai tonggak sejarah dan menggarisbawahi pentingnya investasi berkelanjutan dalam kapasitas dan keberlanjutan jangka panjang NMHS.
WMO siap mendukung semua negara melalui sains, inovasi, solidaritas, dan pengembangan kapasitas untuk memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tidak terlindungi.
Deklarasi tersebut bertepatan dengan Hari Internasional untuk Pengurangan Risiko Bencana, tahun ini dengan tema “Dana Ketahanan, Bukan Bencana.”
Meskipun bencana semakin sering terjadi, semakin mahal, dan semakin dahsyat, investasi dalam pengurangan risiko bencana masih terlalu rendah dalam anggaran nasional dan bantuan internasional.
Meskipun biaya langsung bencana telah meningkat menjadi sekitar $202 miliar per tahun, Laporan Penilaian Global tentang Pengurangan Risiko Bencana 2025 memperkirakan bahwa biaya sebenarnya 11 kali lebih tinggi, yaitu hampir $2,3 triliun, menurut Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR).
“Ketahanan harus tertanam dalam fondasi pembangunan,” kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres dalam sebuah pesan.
Ketahanan merupakan inti dari inisiatif Peringatan Dini untuk Semua yang diluncurkan oleh Guterres pada tahun 2022.
Hal ini untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki akses terhadap peringatan dini yang menyelamatkan jiwa pada tahun 2027. Inisiatif ini kini telah mencapai setengah jalan dan dipimpin bersama oleh WMO dan UNDRR, bermitra dengan Persatuan Telekomunikasi Internasional dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies).
Kongres Luar Biasa WMO akan diselenggarakan pada tanggal 20 Oktober, diawali acara tingkat menteri, untuk mempercepat Peringatan Dini untuk Semua dan memperkuat komitmen, kemitraan, dan pendanaan untuk mewujudkannya.
“Kabar baiknya adalah kita telah membuat kemajuan pesat. Peringatan Dini untuk Semua kini lebih dari sekadar inisiatif. Ini adalah merek untuk solidaritas global,” ujar Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo.
Menurut Saulo, penilaian WMO yang akan datang menunjukkan bahwa cakupan hampir dua kali lipat sejak 2015. “Lebih sedikit nyawa yang hilang,” ujarnya.
“Kami telah memperluas jangkauan melampaui 30 negara awal dan merangkul mitra baru. Kami memanfaatkan pusat-pusat regional dan kerja sama Selatan-Selatan yang kuat. Kepemilikan nasional tetap menjadi inti dari pekerjaan kami, dengan pemerintah sebagai penggerak utama.”
