Jakarta – Made Pica (45 tahun) seorang nelayan asal Banjar Dinas Celangi Bantes, Desa Bondalem, Buleleng, Bali, hilang saat menyelam didekat rumpon miliknya. Peristiwa ini terjadi Minggu (11/8).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Made Junetra mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, Made Pica hilang ketika menyelam dan hendak memasang tali dalam kondisi masih gelap. Saat itu, ada 2 rekannya yang ikut melaut bersama-sama.
Menurut Junetra, kedua nelayan ini sudah melakukan pencarian. Namun tak menemukan korban. Hanya tali yang dibawa korban sudah mengambang.
Made Pica pergi melaut dari Pantai Sang Bingin Desa Bondalem Kecamatan Tejakula menuju rumpon miliknya untuk mencari ikan. Korban bersama dengan rekannya menggunakan perahu bermesin dorong.
Setelah menerima laporan tersebut Basarnas Bali mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Buleleng yang dilengkapi peralatan SAR air.
Pencarian awal dilakukan menggunakan rubber boat dengan 3 orang personil dan mengarah ke utara dari Pantai Bondalem. Setelah penyisiran, korban tak berhasil ditemukan.
Selanjutnya, menurut Junetra, tim SAR gabungan menggunakan 3 buah jukung untuk fokus pencarian di seputaran rumpon, dimana posisi korban hilang. Namun tidak ditemukan tanda-tanda adanya korban. Kemungkinan sementara korban terbawa arus bawah laut.
Junetra mengatakan, di perairan di Buleleng sudah sering kejadian adanya nelayan yang hilang dan beberapa di antaranya hingga kini belum bisa ditemukan.
Senin (12/8) operasi SAR hari kedua kembali dilanjutkan. Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Bali, Pol Air Polres Buleleng, Polsek Tejakula, Kelompok Nelayan Arta Bakti Baruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan potensi SAR lainnya melakukan penyisiran dan juga berkoordinasi dengan nelayan setempat yang melintas di sekitar perairan tersebut.
Junetra mengimbau kepada nelayan yang melaut agar memperhatikan keselamatan dan sebaiknya melengkapi diri dengan pelampung.
“Apabila hendak melakukan aktivitas yang berisiko, seperti menyelam di laut agar memikirkan keselamatan diri terlebih dahulu, apabila peralatan terbatas bisa menggunakan tali cadangan yang diikatkan, jadi teman yang ada di permukaan bisa memantau pergerakan dan mengambil tindakan cepat jika terjadi sesuatu,” katanya.*
