Nelayan Paisu Bebe Tak Lagi Gunakan Genset

LTSHE

Lampu Tenaga Surya Hemat Energi. FOTO: YOUTUBE/ESDM

Banggai Laut – Ratusan kepala keluarga nelayan di Desa Paisu Bebe, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah tak lagi menggunakan genset untuk penerangan di malam hari.

Kementerian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) telah memfasilitasi Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di desa tersebut.

“Warga di sini jadi sudah tidak hidup dalam gelap lagi jika malam datang, anak-anak bisa belajar juga kalau sudah malam, kalau jalan subuh ke masjid juga tidak susah lagi, tidak perlu senter,” kata Kepala Desa Paisu Bebe, Ismail M Icanring, Rabu (19/12).

Menurut Ismail, sebelum ada LTSHE, warga menggunakan genset untuk penerangan. Tapi listrik hanya dapat menyala beberapa jam saat malam. Sejak ada LTSHE, setiap rumah terang terus sejak sore hingga pagi.

Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Paisu Bebe adalah nelayan. Sisanya petani kelapa atau cengkeh.

“Kalau malam, lampu kami bawa untuk menangkap ikan, cahayanya lebih terang daripada lentera, dan tidak perlu biaya lagi untuk beli minyak untuk lentera,” kata warga Desa Paisu Bebe Lusrin Patanduk.

Hal ini tentu membantu meningkatkan hasil tangkapan dan biaya yang dikeluarkan lebih efisien.

Desa Paisu Bebe dapat ditempuh dengan menggunakan kapal fery selama 8 hingga 9 jam dari Pelabuhan Luwuk. Selanjutnya, perjalanan dengan menggunakan perahu cepat (speed boat double engine) selama 2 hingga 3 jam.

Total LTSHE yang dipasang di Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut sebanyak 268 unit. Tersebar di 3 desa, masing-masing 98 unit untuk Desa Nggasuang, 30 unit Desa Minanga dan 140 unit di Desa Paisu Bebe.

Di Dusun Basapa, seluruh warga sebanyak 30 KK berada di pulau tersendiri dan sebelumnya hanya mengandalkan lilin dan lentera.

Menurut Kepala Seksi Air Tanah dan Energi Cabang Dinas ESDM Sulawesi Tengah Wilayah 4, Yanto, sebelum ada LTSHE, kalau malam tidak ada satu cahaya dari dusun. Jadi dikira pulau itu tak berpenghuni. “Sekarang jika malam tiba, warga Basapa senang karena dusun mereka terang dan terlihat dari lautan,” katanya.

Direktur Aneka Energi Baru dan dan Energi Terbarukan, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Harris menyerahkan langsung LTSHE kepada warga. Menurut Haris, LTSHE yang dibagikan bergaransi selama 3 tahun.

“Lampu ini bisa digunakan untuk penerangan bahkan untuk mengisi baterai ponsel. Mohon bapak dan ibu menjaga LTSHE ini, jika ada masalah, ada garansi tiga tahun jadi bisa segera diatasi,” katanya.

Mewakili Kementerian ESDM, Harris mengharapkan LTSHE yang memang dibagikan untuk masyarakat di desa yang gelap gulita dan terpencil dapat menikmati hak yang sama, yaitu mendapatkan penerangan terutama di malam ini.

“Ini adalah upaya pemerintah untuk memperhatikan rakyat di pelosok termasuk pulau terpencil yang belum tersentuh listrik, semoga dapat memberikan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Banggai Laut yang menerima LTSHE,” ujar Harris.

Pemasangan LTSHE di Kabupaten Banggai Laut merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. LTSHE yang telah dipasang nantinya akan dikelola dan dipelihara oleh masyarakat penerima LTSHE dan Pemerintah Kabupaten Banggai Laut.

Saat ini, Pemasangan LTSHE di Kabupaten Banggai Laut telah terpasang seluruhnya.*

Exit mobile version