Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengatakan Ocean Calculator dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ocean accounting yakni sistem yang mengintegrasikan informasi lingkungan dan ekonomi untuk mendukung perencanaan pembangunan kelautan yang berkelanjutan.
”Kami berharap platform ini terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan kebijakan kelautan yang berbasis bukti ilmiah,” ujar Koswara, Selasa (30/6).
Platform ini dikembangkan sejak 2024 oleh WRI Indonesia bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan Australia, dengan dukungan Pemerintah Australia melalui program KONEKSI.
Pengenalan purwarupa dilakukan pada kegiatan Pengenalan dan Lokakarya Teknis Ocean Calculator di Jakarta, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Laut Sedunia.
Menurut Perwakilan Australia Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Jacqui Lord, dengan semakin besarnya tekanan terhadap wilayah pesisir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia, diperlukan instrumen yang mampu menilai manfaat ekosistem secara lebih komprehensif.
”Kami berharap Ocean Calculator dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pengelolaan laut dan pesisir yang berkelanjutan di Indonesia,” kata Jacqui Lord.
Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, menjelaskan platform ini telah menjalani ujicoba awal pada Februari 2026. Saat ini, Ocean Calculator telah terintegrasi dengan SIDAKO dan dapat diakses masyarakat melalui laman sidako.kkp.go.id sebagai rumah bagi berbagai data konservasi ekosistem di Indonesia.




