Organisasi Meteorologi Akan Umumkan Suhu Global Tahun 2025

GAMBAR: Ed Hawkins/WMO

Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) akan merilis angka suhu global untuk tahun 2025. Rilis ini akan diumumkan  pada tanggal 14 Januari 2026 dengan menggabungkan beberapa kumpulan data internasional yang menyediakan satu sumber informasi otoritatif guna mendukung pemantauan iklim dan pengambilan keputusan.

Siaran pers WMO akan memperbarui laporan sementara tentang Keadaan Iklim – yang menyatakan bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun terpanas kedua atau ketiga dalam sejarah – yang dirilis pada Konferensi Iklim PBB, COP30, di Belem, Brasil.

Rilis ini dijadwalkan bertepatan dengan pengumuman suhu global dari penyedia kumpulan data.

Data ini termasuk Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa Layanan Perubahan Iklim Copernicus (ERA5), Badan Meteorologi Jepang (JRA-55), NASA (GISTEMP v4), Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAAGlobalTemp v5).

Kemudian, Met Office Inggris bekerja sama dengan Unit Penelitian Iklim di Universitas East Anglia (HadCRUT.5.0.1.0), dan Berkeley Earth (AS). Terdapat dua dataset tambahan – DCENT (Inggris/AS) dan CMST (China).

Enam dari dataset tersebut didasarkan pada pengukuran yang dilakukan di stasiun cuaca dan oleh kapal serta pelampung menggunakan metode statistik untuk mengisi celah dalam data.

Dua dari dataset tersebut – ERA5 dan JRA – adalah analisis ulang yang menggabungkan pengamatan masa lalu, termasuk data satelit, dengan model untuk menghasilkan rangkaian waktu yang konsisten dari beberapa variabel iklim termasuk suhu.

Keenam dataset utama tersebut semuanya menggunakan metodologi yang sedikit berbeda sehingga memiliki angka suhu yang sedikit berbeda, dan bahkan peringkat tahunan yang berbeda.

WMO – badan PBB untuk cuaca, iklim, dan air – berupaya menyediakan angka terpadu untuk mendukung pengambilan keputusan.

Exit mobile version