Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Hariyanto Tuna (Owan). GAMBAR: Owan D’Academy/FACEBOOK/INDOSIAR

Darilaut – Biteya… Biteya, De auhu otaluwa, Biteya… Biteya, De auhu otaluwa..

Bulotu laya-layahu, Ami maa wenga-wengahu, Layahu upi utowo, Ami maa o de deheto

Penggalan lirik lagu biteya ini dibawakan secara apik oleh Hariyanto Tuna, nelayan Teluk Tomini asal Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Biteya, salah satu lagu yang biasanya diiringi dengan tari telah mengantarkan Hariyanto akrab disapa Owan melewati babak demi babak di ajang dangdut bergengsi D’Academy 6 Indosiar.

D’Academy (DA), sebuah acara musik dangdut sekaligus ajang pencarian bakat penyanyi dangdut di Indonesia yang ditayangkan oleh Indosiar.

Biteya mengartikan dayunglah sampai ke tempat tujuan. Ini mengisahkan tentang kehidupan nelayan, mulai dari persiapan hingga proses penangkapan ikan di laut.

Sebagai warga pesisir Teluk Tomini, Owan mengikuti profesi ayahnya sebagai nelayan.

”Yang saya tahu, Owan nelayan di kapal jaring purse seine di Tilamuta,” kata Roy Syawal, nelayan Tilamuta yang juga Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan Sahabat Bahari Tilamuta Boalemo.

Selain berprofesi nelayan, Owan juga menjadi guru mengaji di kampungnya. Rumahnya berdekatan dengan masjid.

Owan selalu berlatih setiap hari secara otodidak dan memulai kisahnya dengan mengikuti audisi online D’Academy.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @da6_owan_t.a, ada cuplikan lagu ”Bunga Surgawi” sebagai lagu wajib audisi. Lagu itu berhasil membuatnya masuk ke babak selanjutnya mengikuti audisi di Jakarta.

Di babak Top 3, Owan membawakan lagu ”Aku Terlahir Untuk Siapa”, dan penampilannya kembali mendapatkan perhatian dari para juri.

Puncak audisi DA6, kontestan asal Boalemo itu menjadi juara pertama DA6 dengan perolehan dukungan sebanyak 53,27% mengalahkan Novia dengan dukungan sebanyak 46,73%.

Sebagai juara pertama, Owan membawa pulang sejumlah hadiah dan mendapatkan lagu kemenangan sebagai single pertamanya di dunia tarik suara.

Tak hanya itu para pemenang DA 6 ini mendapatkan kontrak dengan 3D Entertainment dan perusahaan manajemen artis Stream Entertainment.

Kemenangan Owan dalam kompetisi dangdut tersebut mengundang banyak perhatian dari masyarakat, tidak hanya di Gorontalo tetapi juga di luar Gorontalo.

Mahasiswa asal Boalemo, Riyanti (21 tahun) dan Febry (21 tahun) mengatakan kemenangan Owan sebagai juara D’Academy yang berjuang dari bawah sangat inspiratif dan memotivasi banyak orang.

Apalagi perjalanannya memperlihatkan ketekunan dan bakat yang luar biasa. Kemenangan ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah siapa pun bisa meraih impiannya.

“Sebagai masyarakat Boalemo tentunya yang saya harapkan kemenangan Owan ini bisa menjadi sumber inspirasi, kebanggaan bagi anak muda terutama yang ada di Boalemo,” kata Rianti.

Febri, warga Desa Pentadu Timur, mengatakan, keseharian Owan adalah seorang nelayan yang berjuang untuk membantu ekonomi keluarganya. Dengan dukungan banyak pihak, Owan berhasil menjadi juara. (VM/Dewi Agustina Musa dan Sulis Dwi Fadjar Baeda)

Exit mobile version