Pakistan Bersiap Menghadapi Badai Siklon Biparjoi

Angin kencang, hujan es, dan hujan lebat melanda sejumlah wilayah di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada hari Sabtu (10/6). FOTO: PAKISTANTODAY.COM

Darilaut – Badai Siklon (Cyclonic Storm) Biparjoy mendekati wilayah Pakistan, Senin (12/6). Otoritas di Pakistan telah mengeluarkan instruksi untuk bersiap menghadapi siklon tropis yang sedang bergerak ke utara-timur laut di Laut Arab.

Mengutip AFP, Minggu (11/6) pihak berwenang Pakistan mengatakan mereka akan mulai mengevakuasi antara 8.000 dan 9.000 keluarga dari sepanjang garis pantai provinsi Sindh, termasuk di kota pelabuhan besar Karachi, rumah bagi sekitar 20 juta orang.

Tentara akan dikerahkan mulai Senin (12/6) untuk membantu.

Topan Biparjoy dapat membawa angin, gelombang badai, dan banjir perkotaan mulai Selasa (13/6) malam saat mendekat, kata badan penanggulangan bencana.

“Nelayan disarankan untuk tidak menjelajah ke laut lepas sampai sistem (cuaca) selesai pada 17 Juni,” kata badan tersebut.

Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (National Disaster Management Authority, NDMA) mengutip Reliefweb.int, telah mengeluarkan edaran berhubungan dengan dampak badai tersebut. Seperti hujan yang sangat deras, angin kencang, kondisi laut yang diperkirakan gelombang tinggi.

Otoritas Penanggulangan Bencana juga mengeluarkan pedoman agar memantau dengan cermat perkembangan siklon dan sistem peringatan dini. Begitu pula dengan memanfaatkan saluran komunikasi, seperti televisi, radio, media sosial, dan peringatan SMS.

Penanggulangan Bencana, Badan Penyelamat (Penyelamatan 1122, Pemadam Kebakaran, Paramedis) dan departemen terkait dapat mengidentifikasi area berisiko tinggi yang rentan terhadap gelombang badai, banjir dan tanah longsor, dan mengembangkan rencana evakuasi yang sesuai.

Otoritas setempat juga menganjurkan nelayan untuk berhati-hati saat berada di daerah pesisir.

Terus memperbarui informasi kepada nelayan tentang kondisi cuaca dan mencegah mereka menjelajah ke laut lepas sampai situasinya membaik, , kata Otoritas Otoritas Penanggulangan Bencana.

28 Tewas

Mengutip Pakistantoday.com.pk, Minggu (11/6) sedikitnya 28 orang tewas dan lebih dari 60 lainnya luka-luka dalam berbagai insiden bencana angina kencang, hujan es, dan hujan lebat di berbagai wilayah di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa pada hari Sabtu.

Menurut petugas penyelamat, sebagian besar kematian disebabkan oleh runtuhnya dinding dan atap selama badai diikuti oleh hujan es dan hujan deras.

Bantuan telah dikerahkan di beberapa daerah dan bantuan medis diberikan kepada yang terluka.

Semua stasiun Penyelamatan 1122 di Khyber Pakhtunkhwa dalam keadaan siaga menghadapi insiden yang tidak diinginkan, kata seorang pejabat layanan darurat.

Operasi bantuan berlanjut karena hujan lebat, atap runtuh terjadi di banyak tempat di Lakki Marwat, Bannu dan bagian lain di provinsi tersebut.

Operasi pencarian dan penyelamatan Rescue 1122 sedang berlangsung karena semua yang terluka dipindahkan ke rumah sakit setelah memberikan bantuan medis di tempat.

Hujan lebat disertai angin kencang juga melanda beberapa bagian Punjab termasuk Sargodha, Gujranwala, Faisalabad, Lahore, dan distrik lainnya.

Di desa Chan distrik Khushab di provinsi tersebut, tiga gadis meninggal setelah dinding rumah mereka runtuh akibat hujan deras.

Dua orang lagi dilaporkan tewas dan lebih dari selusin lainnya terluka dalam insiden karena hujan di distrik Gujranwala dan distrik lainnya.

Hujan deras dan angin kencang juga mengganggu pasokan listrik di banyak daerah.

Selain itu, hujan deras disertai badai petir juga dilaporkan dari berbagai wilayah di Azad Jammu dan Kashmir (AJK).

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan kesedihan atas hilangnya nyawa yang berharga dalam hujan di berbagai wilayah Khyber Pakhtunkhwa. Perdana Menteri bersimpati dan berbela sungkawa dengan keluarga yang berduka.

Perdana Menteri juga telah mengarahkan Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional untuk memastikan langkah-langkah bantuan dan rehabilitasi di daerah yang terkena dampak.

Selama enam jam terakhir, menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Biparjoy (lafal: Biporjoy) terletak 683 kilo meter selatan Karachi, Pakistan. Sistem ini telah bergerak ke utara-timur laut dengan kecepatan 6 km per jam (3 knot).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,5 meter (41 feet), kata JTWC.

Sumber: AFP (France24.com), Reliefweb.int dan Pakistantoday.com.pk dan JTWC

Exit mobile version