Emissions Gap Report 2026: The Point of Return (Laporan Kesenjangan Emisi 2026: Titik untuk Kembali) menyatakan bahwa meskipun penghilangan karbon dioksida merupakan instrumen penting, hal ini tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengurangan emisi.
Terdapat batasan mengenai seberapa banyak karbon yang dapat disimpan; fakta ini kembali menegaskan perlunya pengurangan emisi yang cepat dan drastis untuk meminimalkan puncak kenaikan suhu.
Energi terbarukansemakin populer sejak Perjanjian Paris diadopsi pada tahun 2015. Penerapan panel surya fotovoltaik yang mengubah sinar matahari menjadi listrik, khususnya, menunjukkan perkembangan yang luar biasa—tumbuh tujuh kali lebih cepat daripada yang diperkirakan. Selain itu, perluasan ladang angin juga melampaui prakiraan yang paling optimistis sekalipun.
Semua ini menandakan bahwa sektor ini, setidaknya, telah bergerak ke arah yang tepat. Jika kebijakan tambahan diterapkan untuk mendukung tren ini, kita dapat melipatgandakan kapasitas energi terbarukan pada tahun 2030, sehingga energi surya dan angin dapat selaras dengan skenario kenaikan suhu terendah yang mungkin dicapai.
Meskipun kemajuan dalam energi terbarukan cukup menjanjikan, laporan tersebut menemukan bahwa sektor-sektor lain masih tertinggal.



