Darilaut – Jika kita terus menjalankan praktik seperti biasanya (business as usual), maka tidak ada harapan untuk mencapai target Perjanjian Paris 1,5°C.
Berdasarkan kebijakan pemerintah saat ini, pemanasan global akan mencapai 2,8°C pada akhir abad ini—angka yang secara luas dianggap sebagai sebuah bencana. Kenaikan suhu pun tidak akan berhenti sampai di situ.
Melansir Unep.org jika berbagai negara memenuhi seluruh komitmen mereka dalam Perjanjian Paris, tingkat pemanasan akan sedikit menurun, meski tetap berada pada angka yang sangat panas, yakni 2,6°C.
Jika negara-negara tersebut juga berhasil mencapai target nol bersih (net-zero), pemanasan dapat dibatasi hingga 2,1°C. Namun, angka yang lebih rendah ini pun masih jauh di atas batas yang disepakati negara-negara dalam Perjanjian Paris.
Agar memiliki peluang untuk kembali ke tingkat 1,5°C atau lebih rendah, dunia tidak bisa lagi hanya mengandalkan pengurangan emisi. Berbagai negara juga harus secara aktif menghilangkan dan menyimpan karbon dioksida secara permanen — dengan jumlah sekitar 320 gigaton pada akhir abad ini.
Namun, opsi ini penuh dengan ketidakpastian. Penghilangan karbon dioksida menghadirkan berbagai tantangan sosial-ekonomi dan teknologi, termasuk penggunaan teknologi yang mahal dan belum terbukti.



