Darilaut – Pemerintah Kota Gorontalo mencanangkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-65, pada Rabu (17/4). Kegiatan dalam rangkaian Gebyar Ketupat tersebut berlangsung di lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo.
Wali Kota Gorontalo Marten Taha, mengatakan, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi sebuah momentum penting, yaitu pada saat seluruh pemangku kepentingan pendidikan mulai dari pusat sampai ke daerah terus bergerak secara bersama-sama menyemarakkan kebijakan Merdeka belajar.
Menurut Wali Kota, selama empat tahun terakhir, perubahan besar terjadi di semua institusi pendidikan dengan mengimplementasikan kebijakan Merdeka belajar.
Sebanyak 26 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin ke arah cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara –sebuah konsep pendidikan yang menuntun bakat, minat, ”dan potensi peserta didik yang dibingkai dengan penguasaan karakter yang baik yang harus tumbuh pada setiap diri peserta didik,” ujar Marten.
Marten mengatakan kita harus merefleksikan hal-hal yang telah kita lakukan sepanjang empat tahun terakhir agar kita dapat merancang arah perjalanan ke depan guna memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan Gerakan Merdeka Belajar.
“Kita semua, para pendidik dan tenaga kependidikan, seniman dan pelaku budaya, juga peserta didik di seluruh penjuru Nusantara, adalah kapten dari kapal besar yang bernama Indonesia,” kata Marten.
Marten mengajak seluruh pihak untuk tetap semangat dalam membimbing dan mendidik anak-anak sehingga kelak mereka akan tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan menjadi generasi emas di masa yang akan datang.
Pada pencanangan Hardiknas, menurut Marten, ada tiga elemen pendidikan yang wajib ada di lingkungan sekolah. Pertama, membuka akses pendidikan seluas-luasnya untuk seluruh masyarakat yang terbatas secara ekonomi.
Dalam hal ini pemerintah memberikan akses berupa bantuan kepada siswa-siswa berupa afirmasi gratis biaya pendidikan tingkat SD, SMP dan SMA.
Kedua, menyediakan dan meningkatkan sarana dan prasarana akses fasilitas pendidikan. Ketiga, peningkatan kualitas pendidikan di mana kualitas pendidikan tersebut tidak hanya ditentukan oleh siswa itu sendiri namun juga perlu didukung oleh kualitas tenaga-tenaga pendidik di sekolah.
“Untuk meningkatkan kualitas anak-anak didik maka perlu didahului dengan kualitas tenaga-tenaga guru dan pendidikan,” ujar Marten.
Pemerintah Kota Gorontalo juga menyerahkan beasiswa secara simbolik kepada siswa-siswi berprestasi yang ada di Kota Gorontalo, mulai dari jenjang SD dan SMP.
Beasiswa yang berikan bukan hanya untuk siswa berprestasi secara akademik namun juga diberikan kepada siswa-siswi yang meraih prestasi non-akademik.
Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda, tenaga pendidik, camat, dan masyarakat umum.
Sementara itu, perayaan Ketupat telah menjadi tradisi di Gorontalo yang dijuluki ‘Buka Lo Sunati‘ yang berarti Hari Raya Sunah.
Orang-orang pada zaman dahulu, mulai tanggal 2-7 syawal melakukan puasa kembali, oleh karena itu pada tanggal 8 syawal warga Gorontalo kembali merayakan hari raya yang hingga saat ini dikenal dengan istilah Hari Raya Ketupat.
Dalam perayaan ini disediakan makanan gratis berupa soto dari setiap kecamatan se-Kota Gorontalo. Masing-masing kecamatan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat menyediakan 1.000 porsi soto. Total ada 10.000 soto yang dinikmati secara gratis. (Sulis Dwi Fadjar Baeda dan Dewi Agustina Musa)
