Darilaut – Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer yang terus berlanjut di Timur Tengah di tengah serangan yang sedang berlangsung oleh Amerika Serikat dan Iran atas kendali Selat Hormuz.
Guterres menyerukan de-eskalasi dan memperingatkan agar tidak kembali ke perang skala penuh.
Melansir UN News, pertempuran tersebut telah melanggar gencatan senjata sementara yang ditetapkan berdasarkan Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh kedua negara pada bulan Juni.
Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mengakhiri permusuhan yang meletus pada akhir Februari setelah serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan balasan oleh Teheran di seluruh wilayah Teluk.
Guterres mendesak semua pihak “untuk segera mengambil langkah-langkah untuk de-eskalasi dan kembali ke jalur dialog dan diplomasi”, kata Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric kepada wartawan di New York, Rabu (15/7).
“Sekretaris Jenderal menegaskan kembali bahwa kembalinya permusuhan skala penuh akan menimbulkan korban jiwa yang tak tertahankan bagi warga sipil dan memiliki konsekuensi bencana bagi perdamaian dan keamanan internasional serta ekonomi global,” katanya.
Sekjen PBB mengulangi seruannya untuk pemulihan penuh hak dan kebebasan navigasi internasional di dan sekitar Selat Hormuz, koridor maritim penting untuk ekspor minyak dan gas alam.




