Pemilihan Bakal Calon Rektor Universitas Negeri Gorontalo Berjalan Kondusif dan Konstruktif

Sekretaris Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, Ketua Senat UNG Prof. Rauf A Hatu, Sekretaris Senat UNG Prof. Femy M. Sahami, dan Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNG Dr. Funco Tanipu, saat konferensi pers pada Selasa (25/7). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Pemilihan bakal calon rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berjalan kondusif dan konstruktif. Pemilihan ini berlangsung dengan lancar di Ballroom Hotel Damhil UNG, pada Selasa (25/7).

Pemilihan diikuti empat bakal calon rektor UNG, masing-masing: Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. yang saat ini menjabat sebagai Rektor UNG, Dr. Raflin Hinelo, M.Si menjabat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Sardi Salim, M.Pd., IPU menjabat Dekan Fakultas Teknik, dan Prof. Dr. Dra. Weny J.A. Musa, M.Si menjabat Wakil Direktur II Pascasarjana UNG.

Dalam pemilihan bakal calon rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T memperoleh 60 suara, Dr. Raflin Hinelo, M.Si tiga suara, Dr. Sardi Salim, M.Pd., IPU dua suara dan Prof. Dr. Dra. Weny J.A. Musa, M.Si satu suara.

Sebelum pemilihan, setiap kandidat menyampaikan visi, misi dan program kerja bakal calon rektor UNG periode 2023 – 2027.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, Ph.D, mengatakan pemilihan rektor di Universitas Negeri Gorontalo berjalan kondusif, dinamis dan konstruktif.

Prof. Tjitjik menyampaikan apresiasi kepada ketua senat, sekretaris senat dan ketua panitia pemilihan rektor UNG.

“Kementerian biasanya selalu deg-degan kalau di Sulawesi ada pemilihan rektor. Tetapi Alhamdulillah pada tahap ini, di Universitas Negeri Gorontalo, dapat berjalan dengan sangat kondusif, dinamis dan semua sifatnya adalah konstruktif,” ujar Prof. Tjitjik.

“Ini yang perlu kami apresiasi terkait dengan penyelenggaraan proses tahapan pemilihan rektor yang ada di Universitas Negeri Gorontalo.”

Yang kedua, kata Prof. Tjitjik, proses pemilihan ini ada beberapa tahap. Jadi ada penjaringan, kini adalah tahap penyaringan dari empat menjadi tiga calon.

Dalam tahap penyaringan tersebut, diberikan kewenangan kepada anggota senat UNG untuk memilih, menyalurkan aspirasinya kepada bakal calon rektor sehingga nanti diperoleh tiga calon rektor.

“Nah, tiga calon rektor ini dikirim kepada kementerian, selanjutnya tiga calon rektor ini akan dilakukan wawancara, pendalaman, dan terutama kita ingin memverifikasi terkait dengan visi misi,” kata Prof. Tjitjik.

Kementerian juga ingin mengetahui komitmen calon rektor dalam menyelenggarakan pendidikan yang ada di UNG.

“Sejauh mana kebijakan-kebijakan yang akan diambil dan keselarasannya dengan kebijakan yang ada di kementerian,” kata Prof. Tjitjik.

Menurut Prof. Tjitjik dalam proses ini tidak ada persaingan, tetapi yang jelas ini adalah proses demokrasi untuk pemilihan academic leader. Ini orientasinya sesuatu yang reguler akan terjadi pada setiap perguruan tinggi.

Ketua Senat UNG Prof. Dr. Rauf A. Hatu mengatakan berdasarkan peraturan senat, ada tiga calon rektor yang akan diajukan ke kementerian.

Selanjutnya, kata Prof. Rauf, sesuai dengan hasil pemilihan, Senat UNG akan mengajukan ke kementerian dengan melampirkan visi-misi, dan program kerja yang telah disampaikan untuk dilakukan pendalaman.

Menurut Prof. Rauf, dalam waktu yang tidak terlalu lama, dipilih lagi rektor baru 2023 – 2027. Sebelum 26 September sudah ada rektor baru.

Adapun jumlah senat UNG 68 orang, yang menjalankan ibadah haji tiga orang. Satu di antara tiga anggota senat sudah di Gorontalo dan ikut memberikan suara.

Sementara dua anggota senat tidak memberikan suara karena pemilihan berlangsung secara tatap muka, bukan lagi online. Dari 66 suara tersebut tidak ada yang abstain.

Nantinya, dalam pemilihan rektor, tidak ada lagi penyampaian visi misi dan sudah ada suara Menteri.

Biasanya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, akan mengirim eselon satu untuk sama-sama memilih.

“Pemberian suara dari tiga ke satu,” kata Prof. Rauf dalam konferensi pers setelah pemilihan bakal calon rektor UNG, didampingi Sekretaris Senat UNG Prof. Dr. Femy M. Sahami.

“Kewenangan Menteri 35 persen suara, kami sebagai senat sudah memberikan pertimbangan tadi.”

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNG Periode 2023-2027 Dr. Funco Tanipu, menjelaskan bahwa panitia membantu secara teknis dan operasional dalam pelaksanaan sejak awal, sosialisasi, pendaftaran. Lalu verifikasi berkas. Kemudian menyampaikan kepada senat hasil verifikasi berkas.

“Panitia membantu secara teknis,” kata Funco.

Exit mobile version