Pemimpin Dunia Berkumpul di KTT Iklim

KTT Iklim 2026. GAMBAR: PBB

Darilaut – Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) KTT Iklim, pada 23 September di Markas Besar PBB, New York.

KTT Iklim tersebut mempertemukan para pemimpin dari negara-negara dengan ekonomi utama, negara maju dan berkembang, negara-negara rentan, serta produsen dan konsumen energi utama.

Sepuluh tahun setelah Perjanjian Paris, krisis iklim telah memasuki fase baru di mana pelampauan batas suhu (overshoot) kini tak terelakkan, sementara transisi energi terus dipercepat.

Para pemimpin akan meninjau kemajuan yang telah dicapai dan merumuskan langkah kerja sama untuk mempercepat transisi, memperkuat ketahanan energi, memajukan keadilan iklim, serta melindungi masyarakat dari krisis iklim yang kian memburuk.

Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan kenaikan suhu.

Melansir UN News,  Asisten Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) sekaligus penanggung jawab bidang iklim, Kaveh Zahedi, mengatakan, El Niño kali ini terjadi di atas kondisi dasar suhu yang jauh lebih tinggi. El Niño terjadi di dunia yang lebih panas, yang berarti dampaknya akan semakin diperparah

El Niño menambah urgensi dalam perdebatan ini. Kedatangannya tidak dapat dicegah, namun banyak dampak yang mungkin ditimbulkannya sudah dapat dipetakan; dan di beberapa wilayah yang paling berisiko, pemerintah masih memiliki waktu beberapa bulan untuk mengambil tindakan.

Zahedi mengatakan berinvestasi dalam adaptasi untuk menghadapi El Niño adalah langkah yang sangat masuk akal dan jelas manfaatnya.

“Saat ini, kita memiliki peluang emas untuk bertindak,” ujar Zahedi.

Bagi FAO, investasi tersebut bukan sekadar upaya melindungi sektor pertanian dari guncangan iklim, melainkan juga tentang memanfaatkan sektor pertanian itu sendiri sebagai bagian dari solusi.

Exit mobile version