Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dan Peningkatan Kampung Keluarga Berkualitas

Pembangunan rumah layak huni untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kota Gorontalo. FOTO: HUMAS PEMKOT GORONTALO

Darilaut – Pemerintah Kota Gorontalo terus mengupayakan penanggulangan kemiskinan ekstrem dan peningkatkan kampung keluarga berkualitas.

Untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem, langkah yang dilakukan dengan menyentuh warga berpotensi mendapatkan hunian yang layak dan nyaman bagi keluarga. Pelaksanaan program ini, antara lain, di Kelurahan Lekobalo, Kota Barat.

Mengawali program pembangunan rumah layak huni untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman secara resmi meletakkan batu pertama bantuan tersebut, pada Minggu 29/10/2023.

Pekerjaan ini secara simbolis dimulai dengan ditandai peletakkan batu pertama pembangunan oleh Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Ismail Madjid.

Ismail mengatakan program ini merupakan instruksi dari presiden berdasarkan INPRES Nomor 4 Tahun 2022 kepada walikota dalam rangka percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dengan target tuntas pada 2024.

Penanggulangan kemiskinan ekstrem merupakan salah prioritas pemerintah pusat dan daerah selain stunting dan penekanan inflasi.

Oleh karena itu, pemerintah kota dalam APBD mengalokasikan anggaran untuk mengatasi permasalahan ini.
Ismail mengatakan langkah ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Ismail dibangunnya rumah yang layak huni diharapkan dapat mendorong masyarakat hidup sehat bersama keluarga.

Ismail juga mengapresiasi bantuan dari Kodim 1304 yang telah berkontribusi dan bersinergi dalam membantu pemerintah kota khususnya pada kegiatan-kegiatan pembangunan konstruksi dan rumah hunian.

Kampung Keluarga Berkualitas

Pemerintah Kota Gorontalo juga mengupayakan kampung keluarga berkualitas. Program kolaborasi ini dipusatkan di 16 kelurahan di Kota Gorontalo.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menjelaskan bahwa dalam program kampung keluarga berkualitas ini ada tiga hal yang terpenting.

Pertama, penurunan angka stunting melalui pemberian asupan gizi untuk balita, serta kontrol kesehatan ibu hamil di 16 wilayah tersebut.

Kedua, kata Wali Kota Gorontalo, upaya dalam menekan angka kemiskinan. Angka kemiskinan ekstrim di Kota Gorontalo sekitar 0,47 persen, meski demikian Pemeirntah Kota Gorontalo terus memberikan sentuhan kepada masyarakat melalui jaringan sosial.

Ketiga, program kampung keluarga berkualitas harus mampu melahirkan generasi berkualitas. Maka dari itu, Pemerintah Kota Gorontalo sendiri melaksanakan program kegiatan itu secara kolaborasi.

Menurut Marten, kegiatan ini sangat baik untuk masyarakat terutama balita sebagai generasi penerus.

“Mengenai pemberian asupan gizi, itu dilakukan petugas kesehatan selama 90 hari atau tiga bulan lamanya terhadap balita sasaran, agar mereka terhindar dari stunting,” kata Marten.

Exit mobile version