Mataram – Pencarian 6 anak buah kapal (ABK) Multi Prima 01 yang tenggelam di perairan Kapoposang Bali, diperpanjang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram I Nyoman Sidakarya mengatakan, pencarian selama 7 hari sudah dilakukan sejak hari sabtu (24/11). “Pencarian kita perpanjang hingga 3 hari ke depan,” kata Sidakarya.
Menurut Sidakarya, tim rescue Pos SAR Kayangan, dibantu anggota Pos AL Selat Alas telah melakukan penyisiran di perairan Gili Sulat dan wilayah sekitarnya. Pencarian di wilayah selatan dari lokasi kejadian dilakukan berdasarkan informasi dari nelayan yang diterima. Di lokasi ini sempat ditemukan barang-barang tercecer yang dicurigai muatan kapal Multi Prima 01.
Pencarian menggunakan Rigit Inflatable Boat. Komunikasi ke nelayan-nelayan yang ada di sekitar area pencarian, tetap dilakukan. Namun pencarian enam ABK belum membuahkan hasil.
KM Multi Prima I dengan rute Surabaya menuju Waingapu tenggelam dihantam gelombang saat berada di posisi perairan Kapoposang Bali. Kapal ini dengan ABK 14 orang, delapan orang selamat.
Delapan ABK yang selamat masing-masing Bob Chris Butarbutar (26 tahun) asal Parapat, Rahmat Tuloh (27) asal Lamongan, Debiyallah Sastria (26 tahun) asal Flores, Zainal Arifin M (21 tahun) asal Flores, Benyamin Henuk (34 tahun) asal Flores, Aldy Hidayat (18 tahun) asal Makassar, Jamaludin S (20 tahun) asal Flores, dan Nahum Naibahas alias Riski (26 tahun) asal Oiler, Kupang.
Riski ditemukan kapal MV JPO Virgo di arah timur laut dari lokasi kejadian dengan jarak sekitar 54 Nmi dalam keadaan selamat, Rabu (28/11) dengan kondisi lemas. Riski selanjutnya dibawa menuju Surabaya dengan menggunakan kapal Senja Persada yang telah dipindahkan sebelumnya oleh pihak kapal MV JPO Virgo. Korban telah sampai di Surabaya dan mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Korban yang masih dalam pencarian Syamsul Syahdan (38 tahun), Tarsisius D Atulolong (35 tahun), Pande (67 tahun), Sutrisno (57 tahun), Sonny Kansil (41 tahun) dan Philipus Kopong (43 tahun).*
