Pengungsi Gunung Semeru Tersebar di 21 Titik

Hingga Minggu (4/12) jumlah pengungsi gunung api Semeru sebanyak 1.979 jiwa yang tersebar di 11 titik. FOTO: BPBD Kabupaten Lumajang/BNPB

Darilaut – Saat ini pengungsI akibat awan panas guguran gunung api Semeru di Jawa Timur tersebar di 21 titik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (6/12) pukul 18.00 WIB, pengungsi yang tersebar di 21 titik tersebut sebanyak 781 jiwa.

Salah satu titik pengungsian berada di Gedung Serbaguna Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Kasturi, mengatakan setiap hari tim melakukan pendataan ulang. Kebanyakan para warga pulang ke rumah masing-masing pada pagi hingga siang hari, sebelum akhirnya kembali lagi ke pengungsian di sore hari.

Kebanyakan pengungsi melakukan hal tersebut mengingat ada beberapa pekerjaan yang harus mereka lakukan pada pagi hingga siang hari di sekitar rumah. Seperti memberikan pakan ternak, berkebun, dan bertani.

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui BPBD bersama tim gabungan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.

Dapur umum beroperasi di beberapa titik pengungsian, salah satunya di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dapur umum tersebut dioperasikan oleh BPBD Kabupaten Lumajang bersama Palang Merah Indonesia (PMI).

Setiap hari, dapur umum tersebut menyediakan hingga 600 porsi makanan.

Saat ini logistik akan terus didorong baik dari BPBD Kabupaten Lumajang maupun dari dinas sosial dan instansi terkait lainnya. Dapur umum juga menerima logistik dari warga maupun relawan yang memberikan bantuan.

Sementara itu untuk Desa Pronojiwo yang aksesnya terputus dari Kabupaten Lumajang, pengiriman bantuan logistik dilakukan memutar melalui Kota Malang.

Pengiriman bantuan didukung oleh personel dari BPBD Kota Malang, TNI, dan juga Polri.

Menurut Kasturi jalan yang menghubungkan Desa Curah Roboan dengan Desa Pronojiwo tertimbun material abu vulkanik sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4. Bantuan logistik ke Pronojiwo dikirimkan melalui Kota Malang.

Saat ini status akivitas gunung api Semeru masih pada level IV atau awas. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 19 kilometer (km) dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

Hal ini karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 km dari puncak.

Masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak gunung api Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Exit mobile version