Perekonomian Gorontalo Tahun 2025 Tumbuh 5,71 persen

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Gorontalo 2018 – 2025. GAMBAR: BPS PROVINSI GORONTALO

Darilaut – Lapangan usaha industri pengolahan, antara lain, menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2025.

Perekonomian Gorontalo tahun 2025 tumbuh sebesar 5,71 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 4,13 persen

Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo No. 13/02/75/Th. XX, 5 Februari 2026, pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Industri Pengolahan merupakan kategori yang mengalami pertumbuhan tertinggi mencapai 16,36 persen, diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,46 persen, serta Real Estate sebesar 8,31 persen.

Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 9,10 persen.

Menurut BPS Provinsi Gorontalo, perekonomian Gorontalo tahun 2025 yang dihitung berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 58.977,51 miliar dan PDRB perkapita mencapai Rp47,48 juta atau US$2.881,80.

Ekonomi Gorontalo triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 6,12 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 24,80 persen, kata BPS Provinsi Gorontalo.

Sementara dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 18,20 persen.

Ekonomi Gorontalo triwulan IV-2025 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 1,53 persen. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,49 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 33,54 persen.

BPS Provinsi Gorontalo mengatalan struktur PDRB Gorontalo menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu: Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 36,82 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 14,68 persen; serta Konstruksi sebesar 11,21 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2025 (c-to-c), kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan merupakan kategori dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 1,47 persen; diikuti oleh kategori Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 1,12 persen; dan Industri Pengolahan sebesar 0,69 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi kumulatif triwulan IV-2025 terhadap kumulatif triwulan IV-2024 (c-to-c) terjadi pada hampir semua komponen, kecuali Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P).

Tiga komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 9,10 persen; diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,68 persen; dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,52 persen.

Struktur PDRB Gorontalo menurut Pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2025 masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang mencakup lebih dari separuh PDRB Gorontalo, yaitu sebesar 61,55 persen.

Komponen lain yang memiliki peranan besar terhadap PDRB secara berturut-turut adalah Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 29,59 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 27,32 persen; serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 16,58 persen.

Kontribusi Komponen Perubahan Inventori dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) relatif kecil, masing-masing sebesar 0,97 persen dan 0,76 persen. Di sisi lain, Komponen Impor Barang dan Jasa (sebagai faktor pengurang di dalam struktur PDRB) berkontribusi sekitar 36,77 persen.

Exit mobile version