Direktur Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi – Kemendikbudristek, Dr. Mohammad Sofwan, mengatakan, untuk pemilihan rektor secara aklamasi di perguruan tinggi, UNG yang ketiga.
Sofwan menjelaskan pemilihan rektor secara aklamasi tahun lalu pernah terjadi di Institut Pertanian Bogor (IPB), kemudian di Unesa (Unversitas Negeri Surabaya). Tahun ini yang ketiga pemilihan rektor secara aklamasi di UNG.
“Setelah di IPB, Unesa dan UNG,” kata Sofwan,”aklamasi tidak masalah sepanjang disepakati oleh seluruh anggota senat.”
Pemilihan calon Rektor UNG, menurut Funco, telah melewati sejumlah tahapan. Pertama, penjaringan.
Tahap ini panitia melakukan sosialisasi penjaringan kepada publik dari 29 Mei hingga 15 Juni. Kemudian membuka pendaftaran bakal calon pada 16 Juni – 23 Juni 2023. Pendaftar dibuka tidak hanya dari lingkungan UNG saja, tetapi terbuka juga dari luar yang tentunya memenuhi syarat.
Pada pendaftaran, panitia menerima tujuh orang pendaftar yakni Raflin Hinelo, Sardi Salim, Eduart Wolok, Farid Musa, Udin Hamim, Ismail Djakaria dan Weny Musa.
Dari sejumlah nama yang masuk tersebut, berdasarkan hasil verifikasi dan seleksi administrasi pada 3 Juli – 6 Juli 2023 menghasilkan empat nama bakal calon yang masuk kualifikasi. Enam nama itu adalah Eduart Wolok, Weny Musa, Raflin Hinelo, dan Sardi Salim.





Komentar tentang post