Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melakukan penanaman 195 ribu mangrove di Karawang, melalui Program Orang Tua Asuh Pohon (OTAP).
Kegiatan ini digagas sejak tahun 2013, di bantaran Sungai Sedari dan Dusun Karang Sari. Penanaman tahap awal sekitar 10.000 bibit mangrove.
Program OTAP salah satu program Greenbelt Mangrove di pesisir Utara Karawang yang juga merupakan realisasi program berkelanjutan Siaga Lingkungan PHE ONWJ.
“Program ini merupakan kerjasama partisipasi pekerja dan perusahaan yang bertujuan membantu pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon mangrove di sekitar daerah operasi PHE ONWJ,” kata VP Relations PHE, Ifki Sukarya, seperti dikutip Pertamina.com.
Setiap dana yang disumbangkan oleh pekerja senilai Rp 60 ribu, dimasukkan ke dalam satu rekening. Lalu PHE ONWJ menyumbangkan nilai yang sama dengan sumbangan pekerja. Selanjutnya, dibelikan bibit mangrove untuk ditanam di lokasi yang disesuaikan dengan Program PHE ONWJ.
Ifki mengatakan, mangrove dipilih karena merupakan salah satu komponen ekosistem pesisir yang memegang peranan penting, baik di dalam memelihara produktivitas perairan pesisir maupun di dalam menunjang kehidupan penduduk di sekitar wilayah tersebut.
Secara ekologi dan fisik, keberadaan hutan mangrove berfungsi sebagai daerah asuhan berbagai larva biota perairan seperti ikan, udang, dan biota lainnya, serta sumber produktivitas perairan.
Mangrove menjadi jalur hijau di sepanjang pantai dan muara sungai yang dapat mempertahankan kualitas ekosistem pertanian, perikanan dan permukiman dari gangguan abrasi, angin dan instrusi air laut yang semakin meningkat.
Saat ini, program OTAP sudah dilakukan di Desa Sedari, Ciparage, Pasir Putih, Pusaka Jaya Utara dan Cilamaya. Tercatat jumlah kumulatif mangrove di 5 desa tersebut sebanyak 195 ribu pohon dengan luasan konservasi 195 Hektar.*
