Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Gorontalo Tahun 2024 Turun 0,37 Persen

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Gorontalo 2017 – 2024. GAMBAR: BPS PROVINSI GORONTALO

Darilaut – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 0,37 persen.

Ekonomi Gorontalo tahun 2024 tumbuh sebesar 4,13 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 4,50 persen.

Begitu pula dibandingkan dengan provinsi lain, angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo sebesar 4,13 persen adalah terendah di Pulau Sulawesi.

Pertumbuhan ekonomi tahun 2024 di Sulawesi Utara sebesar 5,39 persen, Sulawesi Tengah 9,89 persen, Sulawesi Tenggara 5,40 persen, Sulawesi Barat 4,76 persen dan Sulawesi Selatan 5,02 persen.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo perekonomian Gorontalo tahun 2024 yang dihitung berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 54.555 miliar dan PDRB perkapita mencapai Rp 44,43 juta atau US$ 2.803,48.

”Ekonomi Gorontalo tahun 2024 tumbuh sebesar 4,13 persen, lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 4,50 persen,” kata BPS Provinsi Gorontalo dalam Berita Resmi Statistik yang dikeluarkan Rabu (5/2).

Dari sisi produksi, menurut BPS, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 7,48 persen.

Sementara sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,24 persen.

Ekonomi Gorontalo triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 4,44 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,34 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,65 persen.

Ekonomi Gorontalo triwulan IV-2024 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 0,91 persen.

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 3,13 persen.

Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 33,46 persen

Exit mobile version