Pola Arus Mendingin Berpotensi Meningkatkan Tangkapan Ikan, Pertanian Risiko Gagal Panen

Perubahan suhu laut dan pola arus selama El Nino dan IOD positif yang mendingin berpotensi meningkatkan tangkapan ikan, namun di sektor pertanian akan ada ancaman gagal panen pada lahan pertanian tadah hujan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan di sektor perikanan, perubahan suhu laut dan pola arus selama El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang mendingin, biasanya justru berpotensi meningkatkan tangkapan ikan.

“Peluang dari kondisi ini harus dimanfaatkan karena dapat mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, di Jakarta, Jum’at (21/7).

Namun, Dwikorita mengingatkan akan adanya ancaman gagal panen pada lahan pertanian tadah hujan imbas fenomena El Nino dan IOD positif yang mengakibatkan kekeringan.

Situasi ini berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional.

Menurut Dwikorita pemerintah daerah perlu melakukan aksi mitigasi dan aksi kesiapsiagaan segera.

Lahan pertanian berisiko mengalami puso alias gagal panen akibat kekurangan pasokan air saat fase pertumbuhan tanaman, ujar Dwikorita.

Dwikorita mengatakan, fenomena El Nino dan IOD Positif saling menguatkan sehingga membuat musim kemarau tahun ini dapat menjadi lebih kering dan curah hujan pada kategori rendah hingga sangat rendah.

Jika biasanya curah hujan berkisar 20 mm per hari, kata Dwikorita, maka pada musim kemarau ini angka tersebut menjadi sebulan sekali atau bahkan tidak ada hujan sama sekali.

Puncak kemarau kering ini, diprediksi akan terjadi di bulan Agustus hingga awal bulan September dengan kondisi akan jauh lebih kering dibandingkan tahun 2020, 2021, dan 2022, ujar Dwikorita.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan BMKG, indeks El Nino pada bulan Juli ini mencapai 1,01 dengan level moderate, sementara IOD sudah memasuki level index yang positif.

Sebelumnya, pada bulan Juni hingga dasarian 1 bulan Juli, El Nino masih dalam level lemah sehingga dampaknya belum dirasakan.

Namun, selang setelah itu, dalam waktu yang bersamaan, El Nino dan IOD positif yang sifatnya global dan skala waktu kejadiannya panjang dalam hitungan beberapa bulan terjadi dalam waktu yang bersamaan.

Dalam rentang waktu tersebut, menurut Dwikorita, sebagian wilayah Indonesia masih ada yang diguyur hujan akibat adanya dinamika atmosfer regional yang bersifat singkat, sehingga pengaruh El Nino belum dirasakan secara signifikan.

Exit mobile version