Darilaut – Siklon Tropis Muifa bergerak lambat ke arah barat di Laut Filipina, Samudra Pasifik Barat, sebelum mengambil jalur lintasan ke barat laut mengarah ke Kepulauan Ryukyu, Jepang.
Sejak terbentuk menjadi badai tropis di Laut Filipina pada 7 September hingga 9 September dini hari, Muifa dengan nama Filipina “Inday” bergerak ke Barat dengan kecepatan 10 km per jam hingga 20 km per jam.
Berdasarkan trek lintasan Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC); Badan Meteorologi Jepang, Japan Meteorological Agency (JMA) dan Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina, Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA) siklon tropis Muifa akan berada di antara Kepulauan Miyako dan Kepulauan Yaeyama.
Wilayah ini berada di prefektur Okinawa. Terdapat 100-an pulau di prefektur Okinawa yang disebut Kepulauan Ryukyu.
Prakiraan trek lintasan Muifa, menurut JTWC,mengarah ke barat laut dan akan berada di sekitar Ishigaki.
Jalur lintasan JMA yang sebelumnya berada di antara Kepulauan Okinawa dan Miyako bergeser mendekati Ishigaki. Sementara lintasan PAGASA juga berada dekat Ishigaki.
Layanan Zoom.earth menginformasikan sebelum membentuk Topan, Muifa berkembang menjadi Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) dengan prakiraan kecepatan angin 110 km per jam.
Dalam enam jam terakhir, menurut JTWC, Muifa bergerak ke barat dengan kecepatan 19 km per jam (10 knot). Muifa terletak 1070 km selatan-tenggara Pangkalan Udara Kadena.
Muifa umumnya melacak ke arah barat dalam lingkungan yang menguntungkan yang ditandai dengan geseran angin rendah (0 – 5 knot), suhu permukaan laut yang hangat (30 – 31°C).
Selama 12 jam ke depan, Muifa diperkirakan akan berbelok secara umum ke arah barat laut. Dalam 24 jam sistem ini diperkirakan akan mencapai kekuatan topan dan terus bertambah selama 2 hari ke depan sebelum mencapai intensitas puncaknya 205 km per jam (110 knot) dan mungkin lebih tinggi.
Menurut JTWC terdapat kolam dingin yang cukup besar di sebelah timur Taiwan bisa menyebabkan pelemahan yang signifikan saat sistem melewatinya.
Setelah berputar secara umum ke utara-barat laut melewati 3 hari berikutnya dan mulai melemah. Muifa akan memasuki Laut Cina Timur dalam waktu sekitar 5 hari dan melemah. Akan tetapi masih merupakan siklon tropis berkekuatan topan.
Informasi JMA kekuatan Muifa adalah siklon tropis yang berkembang. Pada pukul 00.00 waktu setempat, Muifa mengarah ke barat dengan kecepatan 20 km per jam (10 knot).
Prediksi JMA pada Sabtu (10/9) kekuatan Muifa menjadi siklon tropis yang berkembang ekstrem. Arah perjalanan barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (9 knot).
Pada Minggu (11/9) prediksi JMA, kekuatan Muifa berkembang menjadi angin topan yang kuat, yang mengarah ke barat laut. Jenis angin topan yang kuat ini diperkirakan akan bertahan hingga Selasa (13/9).
Sementara dalam buletin PAGASA yang dikeluarkan Kamis (8/9) pukul 23.00 waktu setempat, siklon tropis Muifa (Inday) diperkirakan akan mencapai kategori badai tropis yang parah dalam waktu 12 jam ke depan.
Inday yang bergerak ke barat dengan kecepatan 10 km per jam, dapat meningkat lebih lanjut karena melacak lingkungan yang menguntungkan di Laut Filipina.
Sumber: Zoom.earth/JTWC, Badan Meteorologi Jepang/JMA, dan PAGASA/Filipina
