Prof. Eduart: Kemitraan Jembatan Membuka Peluang Pendidikan Berkualitas

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) atau Council of Rectors of Indonesian State University (CRISU) Prof. Dr. Eduart Wolok. FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Konferensi Kemitraan Pendidikan Tinggi atau Higher Education Partnerships Conference (HEPCON) 2025, berlangsung di Jakarta, Jumat (26/9) dan Sabtu (27/9).

HEPCON adalah platform terdepan di Asia Tenggara untuk mendorong kolaborasi global dalam pendidikan tinggi.

Pertemuan internasional ini menghadirkan lebih dari 1.000 delegasi yang berasal dari 20 lebih negara, termasuk pimpinan universitas, direktur internasional dan kemitraan, serta para inovator pendidikan.

Kegiatan penting ini dilaksanakan oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) atau Council of Rectors of Indonesian State University (CRISU).

Forum bagi perguruan tinggi  tersebut merupakan momentum untuk memperkuat kemitraan, bukan hanya di lingkup nasional tetapi juga internasional.

Bagi CRISU, dengan 146 universitas negeri anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, “kemitraan adalah jembatan untuk mengurangi kesenjangan dan membuka peluang bagi pendidikan berkualitas,” kata Ketua MRPTNI Prof. Dr. Eduart Wolok.

Prof. Eduart menjelaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan masa depan pendidikan tinggi yang lebih baik.

Prof. Eduart juga menyoroti pesatnya perubahan teknologi, globalisasi, serta tantangan sosial yang menuntut adanya sinergi erat antara perguruan tinggi dan industri.

Menurut Prof. Eduart, kemitraan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang dapat mendorong inovasi, memperluas akses pendidikan, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi warga global.

Kerja sama dengan industri mampu memastikan kurikulum selaras dengan kebutuhan pasar kerja, kata Prof. Eduart.

Sementara kemitraan internasional membuka ruang pembelajaran lintas budaya yang kaya, sehingga mahasiswa dapat menghadapi dunia yang semakin kompleks dan saling terhubung.

“Jadikan konferensi dua hari ini sebagai titik awal lahirnya kolaborasi yang lebih bermakna,” kata Prof. Eduart yang juga Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

“Semoga HEPCON 2025 menghadirkan dampak berkelanjutan, tidak hanya bagi pendidikan tinggi, tetapi juga masyarakat luas.”

Exit mobile version