Pusat Gempa Pohuwato di Wonggarasi, Terjadi Karena Deformasi Lempeng Laut Sulawesi

GAMBAR: BMKG

Darilaut – Gempa darat yang terjadi di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, berpusat di wilayah Kecamatan Wonggarasi, pada Sabtu (3/5) malam, pukul 20.51.45 Wita.

Gempa ini berjarak 32 km arah barat laut Marisa, ibukota Pohuwato, pada kedalaman 98 km.  

Direktur Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dr. Daryono, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng Laut Sulawesi.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar-naik (oblique-thrust fault), kata Daryono.

Gempa berdampak dan dirasakan di daerah Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Pohuwato dengan skala intensitas IV MMI (dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi).

Daerah Gorontalo, Gorontalo Utara, Manado, Tarakan, Nunukan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan, Minahasa Tenggara, Toli-toli, Luwuk, dan Berau dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Daerah Palu dan Morowali Utara dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Melalui akun di media sosial, warga melaporkan di Kecamatan Randangan yang berada di dekat pusat gempa warga berhamburan keluar rumah dan ke jalan. Begitu pula warga yang sementara berada di warung kopi.

Gempa Pohuwato juga merusak plafon rumah yang ambruk. Begitu juga plafon di salah satu ruangan SMA 1 Randangan ambruk, dan barang berhamburan yang dipajang di toko.

Dilaporkan juga satu bangunan rumah di Desa Dudewulo Kecamatan Popayato Barat mengalami kerusakan.

Exit mobile version