Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

Muhammad Quraish Shihab. FOTO: KEMENAG

Darilaut – Cendikiawan Muslim Indonesia, Muhammad Quraish Shihab, menyoroti kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.

Al-Qur’an telah mengingatkan bahwa kerusakan alam sering kali disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia” (QS. Ar-Rum: 41).

Ayat tersebut, menurut Quraish Shihab, menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.

“Manusia menikmati nikmat alam, tetapi sering lupa mensyukurinya,” ujar Mantan Menteri Agama ini dalam tausiyah pada acara silaturahmi Menteri Agama dengan pimpinan ormas Islam di Kediaman Dinas Menteri Agama, Jakarta, Sabtu (14/3).

Menurut Quraish Shihab, Islam mengajarkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Melalui pendekatan ekoteologi, manusia dipandang sebagai bagian dari sistem ciptaan Tuhan yang harus dijaga keseimbangannya.

Quraish Shihab mengingatkan firman Allah: “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya” (QS. Ibrahim: 34).

Menurut Quraish Shihab, kesadaran akan besarnya nikmat Tuhan seharusnya mendorong manusia untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Menjaga Alam

Quraish Shihab menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya untuk kepentingan manusia saat ini, tetapi juga bagi generasi yang akan datang. Ia mengutip pesan Nabi Muhammad yang menganjurkan seseorang tetap menanam pohon meskipun mengetahui kiamat akan segera terjadi.

“Itu menunjukkan bahwa menjaga kehidupan dan menanam kebaikan tetap harus dilakukan sampai kapan pun,” ujar Quraish Shihab seperti dikutip dari Kemenag.go.id.

Firman Allah: “Tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih memuji-Nya, tetapi kamu tidak memahami tasbih mereka” (QS. Al-Isra: 44).

Menurut Quraish Shihab, kesadaran bahwa seluruh makhluk merupakan ciptaan Tuhan yang bertasbih kepada-Nya akan menumbuhkan sikap hormat manusia terhadap alam.

“Ketika manusia menyadari bahwa alam adalah makhluk Tuhan yang hidup dalam sistem ciptaan-Nya, manusia akan lebih berhati-hati memperlakukannya,” ujarnya.

Quraish Shihab mengingatkan bahwa hubungan manusia dengan bumi digambarkan secara mendalam dalam Al-Qur’an. Manusia berasal dari tanah, hidup di atas bumi, dan pada akhirnya kembali ke dalamnya.

Allah berfirman: “Dari bumi Kami menciptakan kamu, ke dalamnya Kami akan mengembalikan kamu, dan darinya Kami akan mengeluarkan kamu sekali lagi” (QS. Thaha: 55).

“Bumi itu ibarat ibu kita. Dari bumi kita diciptakan, di bumi kita hidup, dan ke bumi pula kita kembali. Karena itu jangan sampai manusia durhaka kepada bumi,” ujar Quraish Shihab.

Exit mobile version