Darilaut – Musibah terseret air sungai yang meluap dan mengalir deras yang menimpa mahasiswa saat menjalankan tugas sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi MBKM di Desa Dunggilata Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone bolango, Provinsi Gorontalo, mendapat perhatian khusus dari Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok.
Setelah memperoleh informasi kabar musibah yang menimpa mahasiswa UNG, Rektor langsung bertolak kembali ke Gorontalo di sela-sela kegiatan rapat koordinasi bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) di Jakarta.
Tiba di Bandara Djalaluddin Gorontalo, Rektor langsung bertolak ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Aloei Saboe membesuk langsung mahasiswa korban selamat yang mendapatkan perawatan, pada Rabu (16/4).
Selanjutnya, Rektor didampingi pimpinan UNG melayat dan takziah ke rumah duka Regina Malaka (korban) di Marisa, Pohuwato.
Hal ini sebagai bentuk kepedulian pimpinan UNG yang mendalam terhadap mahasiswa yang menjadi korban saat melaksanakan tugas penelitian dalam program KKN terintegrasi MBKM.
Rektor menyampaikan rasa syukur atas keselamatan korban, serta memberikan semangat dan dukungan moril kepada korban yang dirawat dan keluarga yang turut mendampingi di rumah sakit.
“Dari tujuh mahasiswa yang selamat, dua orang tengah dirawat di rumah sakit untuk proses pemulihan akibat mengalami cedera. Sedangkan lima mahasiswa lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Rektor.
Kepada seluruh mahasiswa korban selamat, Rektor menjelaskan pihak universitas akan terus melakukan pemantauan.
Menurut Rektor tahap rehabilitasi setelah tragedi ini akan terus dikedepankan, sebagai bagian dari komitmen dan tanggung jawab UNG terhadap para korban.
“Terlepas dari musibah yang terjadi, tentunya ini menjadi peringatan bagi UNG untuk bisa lebih meningkatkan keamanan mahasiswa yang sedang berkegiatan di lapangan,” kata Rektor.
Dalam kesempatan tersebut Rektor menyampaikan duka cita yang mendalam untuk tiga mahasiswa yang meninggal akibat musibah tersebut.
Musibah yang terjadi, kata Rektor, bukanlah sesuatu yang diinginkan atau bahkan diduga oleh mahasiswa yang tengah menjalankan tugas penelitian.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat untuk mereka yang gugur saat menuntut ilmu ini, insyaallah diberikan khusnul khotimah dan memperoleh tempat terbaik,” kata Rektor.
Daftar sepuluh mahasiswa terseret air sungai yang meluap dan mengalir deras di Desa Dunggilata, pada Selasa (15/4):
Korban meninggal dunia
1. Alfateha Ahdania Ahmadi – Ratatotok, Sulawesi Utara
2. Sri Maghfira Mamonto – Inobonto, Sulawesi Utara
3. Regina Malaka – Buntulia, Pohuwato.
Luka-luka
1. Fiqri Fariz K Pakaya – Kuala besar, Kec paleleh, Sulawesi Tengah
2. Risman Ahmad – Taliabu
Evakuasi Selamat
1. Sukirman Satar – Kambani, Sulawesi Tengah
2. Nirmawati Musa – Buntulia, Pohuwato
3. Lisda B Laindjong – Dutuno, Buol, Sulawesi Tengah
4. Ahmad Firli Aprilio Mamonto – Upay, Kotamobagu
5. Alif Rahmat Sandhi – Isimu, Gorontalo.
