Rentetan Gempa Mamberamo Raya Karena Sesar Aktif di Darat

Peta lokasi rangkaian gempabumi di Memberamo Raya, Papua, Sabtu (10/9). GAMBAR: BADAN GEOLOGI ESDM

Darilaut – Rentetan gempa yang mengguncang Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, Sabtu (10/9) karena sesar aktif yang berada di darat.

Gempabumi tektonik ini terjadi pada Sabtu (10/9) pukul 06.31 WIB sampai pukul 07.05 di wilayah Mamberamo Tengah dan Mamberamo Raya.

Berdasarkan data lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar naik.

Menurut data Badan Geologi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sesar naik ini berarah relatif barat laut – tenggara.

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, melalui laman vsi.esdm.go.id, daerah Kabupaten Mamberamo Raya tergolong rawan bencana gempa bumi yang bersumber terutama dari sesar aktif di darat.

Karena itu, direkomendasikan agar ditingkatkan kegiatan mitigasi bencana gempa bumi melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.

Daerah Kabupaten Mamberamo Raya tersusun oleh morfologi dataran, dataran hingga dataran bergelombang, dan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal.

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Sarmi dan Bufareh yang diterbitkan oleh Badan Geologi tahun 1995, daerah Kabupaten Mamberamo Raya pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter berupa berupa endapan sungai, endapan rawa, dan endapan pantai, serta batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen (batugamping, batupasir, batulempung, serpih dan konglomerat).

Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi Mamberamo Raya memiliki parameter update gempa pertama dengan magnitudo M6,1, gempa kedua M5,9, gempa ketiga M5,5 dan gempa keempat M6,2.

Episenter gempabumi pertama terletak pada koordinat 2,21° LS ; 138,25° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 Km arah Timur Laut Mamberamo Tengah, Mamberamo Raya, Papua pada kedalaman 19 km.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, empat gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Anjak Mamberamo.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa keempat gempabumi yang tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust-fault),” kata Daryono.

Gempabumi ini dirasakan di daerah Sarmi dengan skala intensitas IV MMI, Mamberamo III MMI, dan daerah Jayapura II MMI.

Exit mobile version