Darilaut – Salah satu wisatawan mancanegara, Milan Kasik (55 tahun), seharusnya Sabtu (25/7) siang ini sudah berangkat dari Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo ke Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara.
Hingga saat ini, Milan dan 10 wisatawan mancanegara (wisman) serta dua anak buah kapal belum ditemukan.
Kapal cepat (speed boat) yang ditumpangi wisman berangkat dari Pulau Una-Una Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, dengan tujuan Marisa Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, hilang kontak di perairan Teluk Tomini, pada Jumat (24/7).
Mukmin Badu, pengelola Hari-Mimin Homestay, mengatakan, Milan Kasik seharusnya berangkat Sabtu pukul 13.20 Wita.
Maskapai penerbangan Wings Air ”sudah menghubungi, hingga saat ini masih dalam pencarian,” kata Mukmin, biasa disapa Mimin, Sabtu.
Menurut Mimin, wisatawan ini sedianya akan menggunakan kapal penyeberangan fery, Gorontalo – Tojo Una-Una. Namun, jadwal kapal fery berubah.
Itu sebabnya wisatawan menggunakan kapal cepat untuk ke Gorontalo dan melanjutkan perjalanan ke Manado.
Adapun 11 wisman ini enam dari Sanctum Una Una Eco Dive Resort dan lima dari Lavana Dive & Nature Resort.
Korban kecelakaan laut ini berangkat dari Pulau Una-Una Jumat pukul 07.00 Wita. Seharusnya perjalanan dari Pulau Una-Una ke Marisa, Gorontalo, tiga sampai empat jam dengan menggunakan kapal cepat.
Hingga Sabtu siang tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo masih melakukan pencarian.
Berikut daftar nama-nama wisman yang ada dalam manifest atau daftar resmi penumpang kapal cepat:
1. Milan Kasik (55 tahun)
2. Rani Permentier (31 tahun)
3. Mathijs Sercu (30 tahun)
4. Jelka Van Driesum (17 tahun)
5. Hinke Van Deer (56 tahun)
6. Roeland Van Driesum (61 tahun)
7. Age Van Driesum (18 tahun)
8. Matthias Prange (55 tahun)
9. Celine Josette Menguy (53 tahun)
10. Hector Fabio Prange (20 tahun)
11. Ronny Josue Prange (13 tahun)
