Darilaut – Siklon tropis parah (Severe Tropical Cyclone) kategori 5 mendarat di barat Australia, Kamis (13/4) tengah malam. Sistem ini membawa gelombang tinggi lebih 15 meter, angin yang merusak dan hujan lebat di sepanjang jalur pendaratan.
Sistem ini membawa hembusan yang sangat merusak (destruktif). Inti Ilsa yang sangat destruktif dengan hembusan hingga 230 km per jam berdampak pada area pedalaman yang berdekatan antara De Grey dan Pardoo Roadhouse, saat sistem melacak ke daratan, kata Pusat Peringatan Siklon Tropis Biro Meteorologi Australia.
Dalam buletin yang dikeluarkan Jumat (14/4) pukul 03.00 waktu setempat, angin merusak dengan hembusan hingga 155 km per jam terjadi di sepanjang pantai antara Wallal Downs dan De Grey. Areal ini meluas ke daratan hingga ke utara Marble Bar.
Menurut Biro Meteorologi, selama hari Jumat, angin merusak diperkirakan akan meluas lebih jauh ke pedalaman hingga Telfer.
Angin yang merusak dengan hembusan hingga 90 km per jam dapat terjadi di sepanjang pantai dari selatan Bidyadanga hingga timur Port Hedland.
Curah hujan intens diperkirakan dapat terjadi di sepanjang jalur Ilsa. Curah hujan 150 hingga 300 mm mungkin terjadi Jumat di dekat tempat Ilsa melintasi pantai. Selanjutnya, curah hujan menurun secara bertahap seiring jalurnya ke pedalaman.
Jumat pukul 03.00 siklon tropis parah Isla dengan kekuatan kategori 4, angin berkelanjutan di dekat pusat 165 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 230 kilometer per jam.
Pergerakan Isla, kata Biro Meteorologi, mengarah ke tenggara dengan kecepatan 25 kilometer per jam.
Selama hari Jumat, Ilsa diperkirakan akan mempertahankan intensitas siklon tropis saat melewati Telfer dan lebih jauh ke pedalaman melintasi distrik Interior Utara dan bagian utara distrik Interior Selatan.
Ilsa kemudian diperkirakan akan melemah di bawah kekuatan siklon tropis Jumat malam saat bergerak ke bagian selatan Northern Territory.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Isla membawa angin yang merusak, hujan deras, gelombang badai, laut yang ganas. Isla adalah sistem yang merusak yang dapat menyebabkan tanah longsor, dan banjir bandang.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 15,2 meter (50 feet), kata JTWC. Selama enam jam terakhir, Isla telah bergerak ke selatan-tenggara dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot).
Isla berkembang dari bibit siklon tropis 98S di Laut Arafura dekat Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, bergerak ke barat barat daya, Kamis (6/4). Selanjutnya, sistem ini mulai menguat di Laut Timor dan terus bergerak ke barat-barat daya, hingga berada di Samudra Hindia, di barat Australia.
