Laporan awal dari otoritas Nepal yang ditinjau oleh International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) menyebutkan jebolnya bendungan alami sementara akibat tanah longsor kemungkinan memicu banjir bandang yang menerjang sistem sungai Budhi Gandaki di Nepal tengah pada 11 Oktober.
Direktur Jenderal ICIMOD, Pema Gyamtsho, mengatakan bahwa peristiwa ini —yang terjadi tak lama setelah bencana Gyirong-Rasuwa— menjadi pengingat kembali betapa rentannya masyarakat pegunungan dan koridor sungai terhadap bahaya mendadak yang saling memicu (berantai).
“Meskipun upaya tanggap darurat harus tetap menjadi prioritas utama, memahami pemicu banjir ini sangatlah penting untuk mengurangi risiko di masa depan dan memperkuat ketahanan,” ujar Gyamtsho seperti dikutip dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).
Negara-negara lain menghadapi tantangan dan bahaya yang serupa dengan Nepal.
Direktur Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional Kirgistan, Daurbek Sakyev, mengatakan tragedi di Nepal telah menunjukkan betapa cepat dan merusaknya peristiwa semacam itu berkembang. Kirgistan adalah negara pegunungan dengan banyak gletser, danau di dataran tinggi, dan zona permafrost, sehingga skenario serupa mungkin terjadi di sini.
Sakyev menyoroti pentingnya mengidentifikasi dan memantau danau dataran tinggi yang berpotensi berbahaya, meningkatkan prakiraan dan pemodelan, serta memperkuat kapasitas kelembagaan yang diperlukan untuk menilai dan merespons risiko yang muncul.



