Darilaut – Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Indonesia awal Desember ini. Di Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara, satu orang warga tewas karena banjir, sementara longsor yang menerjang Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menyebabkan seorang warga meninggal dunia.
Seorang warga ditemukan dengan kondisi meninggal dunia dalam upaya pencarian dan pertolongan atas peristiwa banjir bandang yang terjadi di Desa Simangalumpe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Jumat (1/12).
Dengan ditemukannya satu orang dalam kondisi meninggal dunia tersebut, maka jumlah warga yang masih dinyatakan hilang 11 orang.
Anggota BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, Dinas Sosial, Tagana dan Destana terus berupaya melakukan pencarian dan pertolongan terhadap 11 warga yang masih dinyatakan hilang.
Total tim gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut menurut Ricardo kurang lebih ada 350 orang, itupun di luar jumlah warga setempat yang turut membantu.
Upaya pencarian dan pertolongan mengalami sedikit kendala karena cakupan wilayah permukiman yang terdampak banjir bandang tertutup material bebatuan besar, lumpur serta puing berupa batang pohon berukuran sedang hingga besar.
Beberapa rumah warga bahkan hampir sepenuhnya tertimbun material banjir bandang hingga menyisakan atap saja.
Sebelumnya, Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan petaka itu terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Humbang Hasundutan dalam periode yang cukup lama.
Hal itu kemudian memicu terjadinya banjir bandang yang membawa bongkahan batu berukuran besar dan puing berupa batang pohon serta ranting berikut air bah bercampur lumpur.
Banjir bandang juga melanda wilayah pemukiman dan lokasi wisata di Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, pada Sabtu (2/12).
Hujan lebat yang terjadi pada Jumat (1/12) menyebabkan debit air Sungai Aek Pala sehingga banjir bandang tak dapat dihindari di bagian hilir. Pemukiman warga dan tempat wisata Aek Pala terdampak bencana tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu mencatat 250 KK di Dusun Aek Pala dan Lobu Indah terdampak bencana banjir bandang tersebut. Hasil kaji cepat BPBD menyebutkan bangunan rumah mengalami rusak berat. BPBD masih mendata tingkat kerusakan warga.
Selain itu, fasilitas umum berupa tanggul dan beronjong penahan air Sungai rusak berat. Arus kuat banjir bandang menggerus fasilitas itu. Kondisi ini dapat memicu longsoran di daerah lereng yang terdapat fasiltias tempat ibadah.
BPBD setempat telah mengimbau warga untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan. Hal tersebut mewaspadai curah hujan tinggi di tengah musim penghujan. Personel BPBD dan unsur terkait turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan dan memastikan proses penyelamatan warga.
Longsor di Magelang
Seorang warga meninggal dunia, satu lainnya luka berat dan satu lainnya mengalami luka ringan setelah terdampak tanah longsor di Dusun Ngablak, Desa Ngablak, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (1/12).
Selain itu, peristiwa tanah longsor juga menimbun tiga unit sepeda motor dan menyebabkan bangunan gazebo ringsek.
Menurut Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang, peristiwa tanah longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Ngeblak. Dua korban yang merupakan pekerja toko tanaman hias tertimpa material longsoran talud dengan tinggi 12 meter saat mereka berdua berada di gazebo yang berada di bawahnya.
Peristiwa tanah longsor di wilayah Kabupaten Magelang juga terjadi di Dusun Miriombo Kulon, Desa Giripurno, Kecamatan Borobudur pada hari yang sama.
Tebing dengan dimensi panjang 6 meter dan tinggi 17 meter longsor setelah diguyur hujan. Longsor itu juga dipicu oleh kondisi tanah yang labil.
Banjir di Jakarta Surut
Banjir yang merendam sejumlah wilayah permukiman di DKI Jakarta sejak Kamis (30/11) malam hingga Jumat (1/12) siang telah surut.
Sebelumnya, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Ibu Kota yang kemudian memicu meluapnya Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan.
Laporan yang diterima dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta mencatat, sedikitnya 23 RT dari empat kelurahan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) mulai dari 40 sentimeter hingga 70 sentimeter.
