Darilaut – Sebaran asap terdeteksi di Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat asap lintas batas dari Papua Nugini ke Papua Selatan.
Pada Sabtu 31 Oktober 2026, sebaran asap di wilayah Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan bergerak ke arah barat – barat laut. BMKG tidak mendeteksi adanya asap lintas batas (transboundary haze).
Secara umum angin di Indonesia bertiup dari timur – Tenggara ke barat laut – utara.
Kondisi dalam 24 jam terakhir, menurut BMKG, asap terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
BMKG memantau adanya asap lintas batas dari Papua Nugini ke Papua Selatan. Sebaran asap bergerak ke arah Barat – Utara. Arah angin di Indonesia pada umumnya bertiup dari Timur – Tenggara ke Barat Laut – Utara.
Citra sebaran asap BMKG merupakan hasil analisis sebaran asap berdasarkan metode RGB (Red Green Blue) yang di overlay dengan arah dan kecepatan angin lapisan 1000 mb, dan titik panas berdasarkan Geohotspot.
Pada produk ini, wilayah sebaran asap di tandai dengan poligon berwarna merah. Oleh karena penggunaan kanal visibel pada kombinasi RGB, produk ini hanya tersedia pada siang hingga sore hari.
Titik api masih terpantau di Sumatera bagian selatan, sebagian Kalimantan terutama wilayah tengah hingga timur, serta di beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, serta Papua bagian barat dan selatan, disertai dengan kondisi dinamika atmosfer yang relatif kering dan mendukung penyebaran api di sebagian wilayah tersebut.
BMKG merekomendasikan perlu perhatian khusus di beberapa wilayah, di antaranya adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
